Bulan Suci Ramadan

BULAN Suci Ramadan, MUI Imbau Masyarakat Tidak Bingung Hadapi Perbedaan Jadwal Imsakiyah

MUI Jawa Tengah mengimbau masyarakat tak bingung menghadapi perbedaan jadwal imsakiyah pada Ramadhan mendatang mengingat perbedaan pendapat wajar.

HO/Wartakotalive.com
Ketua MUI Jawa Tengah Abu Rochmad di Semarang, Sabtu (10/4/2021) mengatakan, masyarakat tidak bingung dalam menghadapi perbedaan jadwal imsakiyah pada bulan Ramadhan mendatang. Foto ilustrasi: Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa Ramadan 2020. 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMARANG - Hampir bisa dipastikan, awal bulan suci Ramadan jatuh pada hari Selasa, 13 April 2021.

Keyakinan itu didasarkan pada penetapan awal bulan suci Ramadan dua ormas besar di Indonesia, yaitu Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

NU dan Muhammadiyah sudah menetapkan awal bulan suci Ramadan, yakni hari Selasa, 13 April 2021.

Video: Jelang Ramadan, Petugas Sidak Kamar Warbin Lapas Salemba

Sementara itu muncul perbedaan jadwal imsakiyah pada bulan Ramadhan mendatang.

Atas munculnya perbedaan jadwal imsakiyah itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah mengimbau masyarakat tidak bingung dalam menghadapi perbedaan jadwal imsakiyah pada bulan Ramadhan mendatang mengingat "ikhtilaf" atau perbedaan pendapat dalam fiqh merupakan hal yang wajar.

"Oleh karena itu, kami mengimbau umat Islam harus cerdas dan bijaksana dalam menyikapi perbedaan tersebut, khususnya perbedaan waktu imsak Ramadhan 1442 H/2021 M," kata Ketua MUI Jawa Tengah Abu Rochmad di Semarang, Sabtu (10/4/2021).

Baca juga: Kemenag: Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 2021 Tak Berlaku di Zona Oranye dan Zona Merah

Baca juga: Jelang Bulan Suci Ramadan, Harga Ayam Potong di Pasar Grogol Jakarta Barat Mulai Alami Kenaikan

Selain itu, pihaknya berharap umat Islam lebih bijaksana bila mengikuti jadwal imsakiyah Ramadhan 1442 H/2021 M dengan lebih berhati-hati dalam ijtihadnya, yaitu jadwal imsakiyah yang dikeluarkan Kementerian Agama.

"Kami juga mengimbau umat Islam untuk tidak bingung dan resah serta tetap menjaga kesejukan dan ukhuwah Islamiyah dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan tahun 2021 M," kata Abu Rochmad.

Abu Rochmad mengatakan, mengenai imsakiyah tersebut ada perbedaan antara jadwal yang diterbitkan oleh Kementerian Agama dan PBNU dengan jadwal imsakiyah yang dikeluarkan PP Muhammadiyah.

"Umat tidak perlu bingung ataupun ragu terhadap adanya dua imsak, yaitu imsaknya NU dan imsaknya Muhammadiyah. Orang NU akan berimsak 8 menit lebih awal daripada imsaknya warga Muhammadiyah," kata Abu Rochmad.

Baca juga: Anies Baswedan Ingin Masjid di DKI Jakarta Hanya Menerima Jemaah Terdekat saat Ramadan

Abu Rochmad mengatakan, dua jadwal imsakiyah yang berbeda ini merupakan implikasi dari keputusan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah yang mengoreksi jadwal shalat subuh lebih lambat 8 menit dari shalat subuh biasanya.

Menurut Abu Rochmad, kajian hisab PP Muhammadiyah menunjukkan bahwa tinggi matahari -18 derajat, sedangkan kajian Badan Hisab Rukyat (BHR) Kementerian Agama dan Lajnah Falakiyyah PBNU menunjukkan tinggi matahari -20 derajat.

Penanda waktu imsak, baik berupa sirine maupun suara bilal, dari masjid-masjid sekitar berpotensi membuat umat Islam sedikit ragu-ragu.

Baca juga: Jelang Ramadan, Bupati Bogor Ade Yasin Bagikan Sembako Bagi Warga Tak Mampu di Zona Rawan Pangan

Sebab, sementara masjid sebelah akan mengumandangkan adzan subuh, sedang masjid lainnya baru membunyikan sirine imsak.

"Dengan kata lain, sebagian umat Islam sudah masuk waktu imsak, umat yang lain masih menikmati makan sahur," kata Abu Rochmad.

Sementara itu, menyikapi kondisi tersebut pihaknya mengeluarkan Tausiyah Nomor 01/DP-P.XIII/T/IV/2021 tentang Kehati-hatian dalam Berimsak Ramadhan 1442 H.

Baca juga: Setelah Indonesia, Giliran Australia Barat Siap Hadapi Skenario Terburuk Terkait Siklon Seroja

"Tujuannya agar masyarakat tidak bingung menyikapi perbedaan tersebut. Tausiyah ini ditandatangani oleh Ketua Umum dan Sekretaris Umum MUI Jawa Tengah Dr KH Ahmad Darodji dan Drs KH Muhyidin," kata Abu Rochmad. (Antaranews)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved