Berita Nasional

Lewat Diskusi Virtual, Aliansi Cipayung Plus DKI Jakarta Serukan Lawan Radikalisme dan Terorisme

Lewat Diskusi Virtual, Aliansi Cipayung Plus DKI Jakarta Serukan Lawan Radikalisme dan Terorisme. Berikut Selengkapnya

Penulis: Dwi Rizki | Editor: Dwi Rizki
Istimewa
Kelompok aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Cipayung Plus DKI Jakarta menggelar Diskusi Virtual bertajuk 'Lawan Terorisme, Perkokoh Persatuan Nasional' pada Kamis, (8/4/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Soroti sejumlah aksi teror yang terjadi selama beberapa pekan belakangan, kelompok aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Cipayung Plus DKI Jakarta menggelar Diskusi Virtual bertajuk 'Lawan Terorisme, Perkokoh Persatuan Nasional' pada Kamis, (8/4/2021).

Diskusi tersebut dihadiri Ketua Umum PC PMII Jakarta Pusat Poni Dwi Setiadi, Kordinator Wilayah 3 GMKI Andreas Simanjuntak, Ketua HMI Jakarta Pusat Utara Ahmad Husein.

Selain itu, Ketua Umum Bakerda Gmni DKI Jakarta Edgar Joshua, Ketua Umum PMKRI Jakarta Pusat Christo Maria Sultan dan Ketua GPII Jakarta Selatan Rivaldi.

Membuka diskusi, Andreas Simanjuntak selaku Korwil 3 GMKI menegaskan bahwa isu radikalisme dan terorisme adalah nyata atau bukan rekayasa dari pihak manapun.

Ia menyebut aksi terorisme tersebut berupaya memecah belah bangsa Indonesia.

Andreas menambahkan kaum muda usia 18-23 tahun menjadi kelompok yang rentan untuk direkrut sebagai pelaku teror.

Alasannya karena adanya pemahaman ajaran agama yang keliru dan seringkali disalahtafsirkan serta kurangnya pemahaman akan ideologi pancasila.

"Kalau kita berkaca pada sejumlah penelitian, ditemukan kecenderungan bahwa anak muda usia 18-23 tahun rentan terpapar paham radikalisme yang berujung pada terorisme, ini akibat adanya pemahaman ajaran agama yang disalahtafsirkan, lalu kurangnya pemahaman akan ideologi pancasila," kata Andreas.

Bersamaan, Ahmad Husein selaku Ketua HMI Jakarta Pusat Utara memaparkan bahwa fenomena terorisme bukan hanya terjadi di Indonesia, namun telah menjadi fokus dunia internasional.

Ahmad Husein mengungkapkan perlunya pengetatan kontrol pemerintah terhadap peredaran bahan peledak untuk memperkecil penyalahgunaan hal tersebut.

Ia pun menegaskan bahwa tindakan terorisme tidak ada kaitannya sama sekali dengan ajaran agama Islam, karena dalam Islam tidak ada satupun dalil yang membenarkan tindakan terorisme.

Justru Islam ditegaskannya mengajarkan kepada umatnya untuk bermanfaat dan berguna bagi bangsa serta negara.

Baca juga: Komisi I DPR RI Ingatkan Jangan Ada Orang Bermasalah Duduk sebagai Dewan Pengawas LPP RRI

"Saya kira ke depan pemerintah perlu memperketat peredaran bahan peledak agar tidak disalahgunakan, dan saya juga mau tegaskan bahwa dalam Islam yang saya yakini, tidak ada satupun dalil yang membenarkan hal tersebut, karena Islam mengajarkan umatnya untuk bermanfaat dan berguna bagi bangsa serta negara," ungkapnya.

Selanjutnya Ketua Umum PMII Jakarta Pusat menjelaskan bahwa konsep terorisme, intoleransi dan radikalisme tidak dapat diterima oleh belahan dunia manapun.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved