Kamis, 16 April 2026

Jokowi: Agama dan Nasionalisme Tidak Bertentangan, Justru Saling Menopang

Sikap pemerintah tegas tidak akan berkompromi terhadap tindakan intoleransi yang merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Tangkap Layar Akun YouTube Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi kembali menegaskan komitmen pemerintah menghidupkan moderasi beragama dalam kehidupan bermasyarakat. 

Dukungan para alim ulama sangat sangat penting sekali, agar semua elemen bangsa bisa saling mendukung dan menopang, saling membantu.

Menjadi sebuah kekuatan yang sangat dahsyat untuk mengatasi segala tantangan bangsa hari ini dan ke depan, yang tidak semakin mudah.

Saya juga ingin menyampaikan terima kasih atas kontribusi besar para alim ulama dalam menjaga persatuan, dalam menjaga kerukunan antar-warga bangsa.

Menjaga keutuhan bangsa dan merawat Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan menebarkan toleransi, menebarkan semangat persaudaraan, serta menjadikan kebinekaan sebagai fondasi persatuan.

Yang mulia para kiai, yang saya hormati Ketua Umum, Bapak-Ibu yang saya hormati.

Pada saat ini kita bekerja keras menangani pandemi dan kita dikejutkan oleh tindakan kekerasan, yaitu terorisme.

Tindakan yang lahir dari cara pandang yang keliru, dari paham yang salah, yang jelas-jelas bertentangan dengan nilai-nilai luhur agama.

Jelas-jelas merupakan kejahatan besar terhadap kemanusiaan, yang mengancam kerukunan kita dalam berbangsa dan bernegara.

Sebagai partai yang ahlussunnah wal jamaah, saya meyakini PKB tidak kendur untuk terus menyemai nilai-nilai moderat, nilai-nilai moderasi, nilai-nilai tawasut, nilai-nilai keseimbangan (tawazun).

Dan terus menebarkan moderasi beragama, menjunjung tinggi toleransi dan kerukunan antar-sesama, sehingga radikalisme, terorisme, tidak ada lagi di negara yang kita cintai ini, Indonesia.

Pemerintah terus berkomitmen untuk selalu menghidupkan moderasi beragama dalam kehidupan bermasyarakat.

Toleransi adalah bagian yang sangat penting dalam moderasi beragama.

Eksklusivitas dan ketertutupan jelas tidak sesuai dengan Bhinneka Tunggal Ika.

Dalam hal ini, sikap pemerintah tegas tidak akan berkompromi terhadap tindakan intoleransi yang merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Yang mulia para alim ulama, hadirin-hadirat yang saya muliakan,

Sumber: WartaKota
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved