Minggu, 19 April 2026

Jokowi: Agama dan Nasionalisme Tidak Bertentangan, Justru Saling Menopang

Sikap pemerintah tegas tidak akan berkompromi terhadap tindakan intoleransi yang merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Tangkap Layar Akun YouTube Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi kembali menegaskan komitmen pemerintah menghidupkan moderasi beragama dalam kehidupan bermasyarakat. 

Sejak awal sangat jelas bahwa NU (Nahdlatul Ulama) dan PKB konsisten mengikuti dawuh Hadratus Syekh Kiai Haji Hasyim Asy’ari dan para masyayikh.

Bahwa, agama dan nasionalisme tidaklah bertentangan, namun justru saling menopang satu sama sama lain.

Saya percaya PKB di hari ini, ke depan, dan seterusnya akan terus mewarisi semangat yang mulia tersebut.

Terus memperkuat fondasi keagamaan dan kebangsaan untuk mewujudkan baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.

Saya juga berharap melalui kader-kadernya yang ada di lembaga legislatif maupun di eksekutif, di tingkat pusat maupun di daerah.

PKB akan terus mendorong inovasi, memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mengembangkan tata kelola politik dan pemerintahan yang baik dan akuntabel.

Dalam mempercepat peningkatan kesejahteraan rakyat, kesejahteraan masyarakat.

Hal ini akan menjadi bagian dari ikhtiar kita bersama untuk memberikan kemanfaatan seluas-luasnya untuk umat, untuk rakyat, serta untuk bangsa dan negara Indonesia, dan juga untuk kemanusiaan.

Saya rasa itu yang ingin saya sampaikan dalam kesempatan yang baik ini.

Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, Musyawarah Kerja Nasional PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) dan Munas (Musyawarah Nasional) Alim Ulama Partai Kebangkitan Bangsa, siang hari ini saya buka.

Terima kasih.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. (*)

Sumber: WartaKota
Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved