Senin, 20 April 2026

Banjir Jakarta

UPDATE Tinggi Muka Air Rabu 7 April 2021: Warga DKI Diminta Waspada, Dua Pintu Air Status Siaga 2

Hari ini, Rabu (7/4/2021), tinggi muka air di dua pintu air di Jakarta pukul 06.00 WIB berstatus Siaga 2 atau siaga.

Warta Kota/Soewidia Henaldi
Rabu (7/4/2021) pukul 07.00 WIB tinggi muka air (TMA) di dua pintu air di Jakarta berstatus Siaga 2 atau siaga. Foto ilustrasi: Bendung Katulampa Bogor, Jawa Barat. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Tinggi muka air (TMA) di dua pintu air di Jakarta pada hari ini, Rabu (7/4/2021) pukul 07.00 WIB berstatus Siaga 2 atau siaga.

Apa itu Siaga 2? Status Siaga 2 artinya bila wilayah genangan air mulai meluas, maka akan ditetapkan Siaga 2.

Penanggung jawab untuk siaga 2 ini adalah Ketua Harian Satkorlak Penanggulangan Bencana Provinsi (PBP) yaitu sekretaris daerah.

Video: Tak Mempan Ditusuk Jarum saat Divaksin Covid-19, Lengan Lansia Ini Kebal 

Adapun kedua pintu air (PA) yang berstatus Siaga 2 atau siaga adalah PA Pasar Ikan dan PA Marina, keduanya berlokasi di Jakarta Utara.

Dengan adanya peningkatan status itu, maka warga yang tinggal di wilayah di sekitar pintu air Pasar Ikan dan Marina Ancol, agar mewaspadai genangan air, di antaranya:

- Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, dan Kalibaru.

Baca juga: Hari Ini Jakarta Mulai Pembelajaran Tatap Muka, Sekolah Bakal Ditutup 3 Hari Jika Ada Kasus Covid-19

Baca juga: UPDATE Kasus 403 Kg Sabu:  4 WNA dan 9 WNI Dijatuhi Vonis Hukuman Mati PN Cibadak Sukabumi

Sementara itu berdasarkan informasi terbaru yang dirilis laman @DinasSDAJakarta pada Rabu (7/4/2021) pukul 07.00 WIB menyebutkan, sebagian besar kondisi cuaca di sekitar pintu air mendung tipis dan mendung.

Bahkan, kondisi di sekitar Pintu Air Pesanggrahan dan PA Waduk Pluit gerimis, hanya di sekitar PA Cipinang Hulu yang cuacanya terang.

Sementara itu tinggi muka air di sebelas pintu air, termasuk bendung Katulampa Bogor dan PA Depok statusnya Siaga 4 atau normal.

Selengkapnya, dapat dilihat di laman @Dinas SDAJakarta berikut ini:

Baca juga: Dituding Tak Berikan Nafkah Batin kepada Istri Cantiknya, Hotma Sitompul Bingung Berikan Buktinya

Dilansir dari situs BPBD DKI Jakarta, berikut ini arti urutan dari peringatan status siaga banjir.

Baca juga: UPDATE Rumah Panggung di Kampung Melayu, Begini Wagub Ariza Jawab Kritik Fraksi PDI-P DPRD DKI

1. Siaga 4

Belum ada peningkatan debit air secara mencolok. Perintah membuka atau menutup pintu dan penentuan arah air, dilakukan komandan pelaksana dinas atau wakil komandan operasional wilayah.

2. Siaga 3

Hujan menyebabkan terjadinya genangan air tapi kondisinya belum kritis dan membahayakan. Namun masyarakat harus berhati-hati dan menyiapkan kemungkinan terjadinya banjir. Penanganan diserahkan pada suku dinas pembinaan mental dan kesejahteraan sosial (Bintal Kesos) di wilayah setempat.

Baca juga: Ibu Bams Eks SamsonS Datangi Polres Metro Jakarta Selatan Siang Ini, Siapa yang Akan Dilaporkan?

3. Siaga 2

Urutan siaga banjir di tingkat ini menandakan wilayah genangan air mulai meluas. Penanggung jawab di kondisi ini adalah Ketua Harian Satkorlak Penanggulangan Bencana Provinsi (PBP) yaitu Sekretaris Daerah.

4. Siaga 1

Kondisi siaga 1 ditetapkan bila, dalam enam jam genangan air tidak juga surut dan kondisi menjadi kritis.

Penanggung jawab penanganan siaga 1 adalah gubernur selalu pimpinan provinsi. 

Baca juga: 34 Persen Penyintas Covid-19 Terkena Gangguan Mental setelah 6 Bulan Sembuh, Waspadai Juga Stroke

BMKG: Siklon tropis seroja buktikan perubahan iklim itu nyata

Sementara itu Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan, munculnya siklon tropis seroja yang mengakibatkan bencana banjir bandang dan longsor di Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi bukti bahwa perubahan iklim global itu nyata adanya.

"Perubahan iklim global itu memang nyata, ditandai semakin meningkatnya suhu baik di udara maupun di muka air laut," ujar Dwikorita dalam konferensi pers secara virtual yang dipantau dari Jakarta sebagaimana dikutip Antara, Senin (5/4/2021).

Menurut dia, fenomena ini jarang terjadi di wilayah tropis seperti Indonesia. Namun, sejak sepuluh tahun terakhir, kejadian siklon tropis semakin sering terjadi.

Baca juga: Habib Bahar bin Smith Dituding Pukul, Injak dan Sabetkan Pisau kepada Sopir Taksi Online

Baca juga: Beberapa Kabupaten di Jawa Tengah Kena Dampak Siklon Tropis Riley

Bahkan pada 2017, dalam satu pekan bisa terjadi dua kali siklon tropis.

"Hal ini menunjukkan memang dampak perubahan iklim global harus benar-benar segera kita antisipasi," kata dia.

Perihal siklon tropis seroja di NTT, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini waspada bibit siklon pada 2 April.

Beberapa faktor yang mengakibatkan terbentuknya bibit siklon seroja itu suhu muka laut yang semakin hangat di wilayah Samudera Hindia mencapai lebih dari 26,5 hingga 29 derajat celcius atau melebihi rata-rata.

Baca juga: Dinginnya Bandung Karena Adanya Siklon Tropis Maria di Filipina

"Ada kenaikan dua derajat celcius itu sudah sangat signifikan untuk kondisi cuaca," kata dia.

Kemudian suhu udara di lapisan atmosfer menengah pada 500 milibar juga semakin hangat lebih dari tujuh derajat celcius.

Dua hal tersebut meningkatkan kelembapan udara dan juga mengakibatkan naiknya tekanan udara.

"Akibatnya terjadi aliran angin karena sifatnya siklonik, artinya ada pusat kemudian di kelilingi oleh suhu udara yang lebih dingin maka terjadilah aliran masa udara atau angin yang sifatnya siklonik," kata dia.

Baca juga: BNPB : Puluhan Ribu Orang Mengungsi Akibat Dampak Siklon Tropis Cempaka

Siklon tropis sendiri memberikan dampak berupa potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat/petir serta angin kencang.

Selain itu, memberikan dampak pula pada gelombang laut yang tinggi.

Dwikorita menjelaskan siklon tropis diprediksi masih akan terjadi hingga Selasa (6/4/2021), namun kekuatannya mulai melemah dan semakin menjauh dari wilayah Indonesia.*

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved