Breaking News:

Banjir Jakarta

UPDATE Rumah Panggung di Kampung Melayu, Begini Wagub Ariza Jawab Kritik Fraksi PDI-P DPRD DKI

Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria mengaku terbuka dengan semua masukan terkait soal pembangunan rumah panggung sebanyak 40 unit di Kebonpala.

Warta Kota
Ketua Fraksi PDI-P DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono menyebutkan, ada potensi kecemburuan sosial dalam program pembangunan rumah panggung di RT 13/RW 04 Kampung Melayu, Jakarta Timur demi mencegah banjir. Foto ilustrasi: Permukiman warga di kawasan Kebon Pala RT 11 RW 05, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (19/2/2021) pagi terendam banjir. 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR -- Niat baik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membangun rumah panggung bagi warga Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur yang menjadi langganan banjir, menuai banyak kritikan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Pemprov DKI berencana membangun rumah panggung sebanyak 40 unit di daerah Kebon Pala.

Tujuannya, agar di musim hujan dan terjadi banjir, warga yang kebanjiran bisa bertahan di rumah panggung mereka masing-masing dari banjir.

Puluhan rumah di RT 13 RW 4, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, dibedah untuk menjadi rumah panggung demi mengatasi banjir yang kerap melanda kawasan tersebut. 
Puluhan rumah di RT 13 RW 4, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, dibedah untuk menjadi rumah panggung demi mengatasi banjir yang kerap melanda kawasan tersebut.  (Wartakotalive.com/Junianto Hamonangan)

Ternyata, kebijakan yang dimaksudkan memihak rakyat kecil yang saban tahun menderita akibat kebanjiran itu mendapat banyak kritikan dari masyarakat maupun dari anggota dewan sendiri.

Menanggapi banyaknya kritikan soal pembangunan rumah panggung sebanyak 40 unit di daerah Kebon Pala, itu, Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria mengaku pihaknya terbuka dengan semua masukan.

Baca juga: Hari Ini Jakarta Mulai Pembelajaran Tatap Muka, Sekolah Bakal Ditutup 3 Hari Jika Ada Kasus Covid-19

Baca juga: UPDATE Kasus 403 Kg Sabu:  4 WNA dan 9 WNI Dijatuhi Vonis Hukuman Mati PN Cibadak Sukabumi

Kritikan tersebut datang dari beberapa anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta yang menilai proyek yang menggunakan pembiayaan seluruhnya dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), merupakan hal yang tidak efektif menghadapi banjir dan bisa menimbulkan kecemburuan sosial.

"Itu kan untuk menghindari banjir. Kita lihat itu kan pendapat setiap pribadi anggota dewan para pengamat, para ahil, setiap warga boleh memberikan pendapat. Silakan nanti kita diskusi terkait konsep penanganan banjir upamanya di Kebon Pala, Condet, Kalibata, kami sangat terbuka dengan masukan," kata Riza di Balai Kota Jakarta, Selasa (6/4/2021) malam.

Pada prinsipnya, lanjut Riza, semua yang mereka putuskan bukanlah keputusan sepihak dari Pemprov DKI atau hanya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Baca juga: Kerap Dilanda Banjir, Puluhan Rumah di Kampung Melayu Disulap Jadi Rumah Panggung

"Kita semua mendengarkan semua pihak dan para ahli. Dan kami diskusikan dengan DPRD, tidak ada keputusan sepihak, semua bersama DPRD," tutur Riza.

Sebelumnya, Ketua Fraksi PDI-P DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono menyebutkan, ada potensi kecemburuan sosial dalam program pembangunan rumah panggung di RT 13/RW 04 Kampung Melayu, Jakarta Timur demi mencegah banjir.

Halaman
12
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved