Breaking News:

Kisah Pria Lansia Penjual Tiket Bus AKAP di Terminal Tipe A Pondok Cabe Pamulang di Tengah Pandemi

Wajah tuanya itu semakin menampilkan semangat yang menyurut usai sejumlah orang enggan membeli tiket perjalanan busnya. 

Penulis: Rizki Amana | Editor: Mohamad Yusuf
Wartakotalive.com/Rizki Amana
FX Sadino (71) selaku pekerja penjual tiket PO Gunung Mulya saat ditemui di Terminal Tipe A Pondok Cabe, Pondik Cabe Udik, Pamulang, Kota Tangsel. 

WARTAKOTALIVE.COM, PAMULANG - Seorang pria lanjut usia bernama FX Sadino (71) hanya duduk terdiam sembari memandangi satu per satu orang yang mondar mandir di Lantai 2 Terminal Tipe A Pondok Cabe, Pondok Cabe Udik, Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Pemandangan itu didapat Wartakotalive.com saat menghampiri terminal tipe A pada Rabu (7/4/2021).

Tak jarang Sadino bersama rekan sejawatnya menghampiri satu per satu calon penumpang yang tiba di Lantai 2 Terminal Pondok Cabe sekadar menawarkan tiket perjalanan luar kota yang dijual oleh Perusahaan otobus (PO) Gunung Mulya tempatnya bekerja.

Baca juga: Pesan Mendalam Eti yang Suaminya Meninggal Dunia Setelah Divaksin Covid-19

Baca juga: Rp300 Ribu Sekali Main, Ini Pengakuan Janda Muda Awal Mula Terjerumus Prostitusi di Tangerang

Baca juga: Menabrak dan tidak Menolong Korban,Pengendara Fortuner yang Acungkan Pistol Terancam 3 Tahun Penjara

Wajah tuanya itu semakin menampilkan semangat yang menyurut usai sejumlah orang enggan membeli tiket perjalanan busnya. 

Ia mengaku kesulitan mendapat calon penumpang sudah dirasakan pihaknya sejak pandemi covid-19 melanda Indonesia. 

Kesulitan itu semakin dirasakan pihaknya, usai Pemerintah Indonesia mengeluarkan pelarangan aktifitas mudik pada Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri tahun ini. 

"Pasti ya minim sekali, turunnya sekitar 85 persen biasanya penuh paling bawa 15 orang. Merosot banget (jumlah penumpang-red)," kata Sadino saat ditemui di lokasi, Pamulang, Kota Tangsel, Rabu (7/4/2021).

Sadino menjelaskan dari total perjalanan yang disediakan tempatnya bekerja, hanya mampu mengangkut 15 penumpang pada tiap perjalanannya. 

Jumlah tersebut menurutnya tak dapat menutup operasional bus dengan jumlah kursi yang tersedia sebanyak 32 tempat duduk. 

"Ada yang 32 (tempat duduk-red) ada yang 28, tergantung kelasnya," katanya. 

Baca juga: Orangtua Baru Sadar Zakiah Aini Terpapar Paham Radikalisme Setelah Mengecek Akun Instagram-nya

Baca juga: Mulai 1 April 2021 di 4 Bandara Ini Mulai Bisa Menggunakan Genose C19 untuk Syarat Penumpang Pesawat

Baca juga: Cerita Rakim, Kasudin Bina Marga Jakpus yang Dipuji Setinggi Langit Saat Pamit Pensiun dengan Anies

Ia pun berharap agar Pemerintah Indonesia dapat mengkaji ulang terkait laranagn mudik ramadan dan Hari Raya Idul Fitri yang diterapakan sejak tahun 2020 hingga tahun ini.

"Ya sebenarnya kalau menurut secara pribadi ya tidak harus dilarang tapi protokol kesehatan yang harus ditertibkan, kalau menurut saya pribadi itulah," pungkasnya. (m23) 

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved