Breaking News:

Penembakan di Mabes Polri

Pihak Kampus Akui ZA Pernah Kuliah di Gunadarma Depok, Dinyatakan Drop Out Setelah Semester Lima

Pihak Kampus Akui ZA Pernah Kuliah di Universitas Gunadarma Depok, Dinyatakan Drop Out Setelah Semester Lima. Berikut Selengkapnya

Penulis: Vini Rizki Amelia | Editor: Dwi Rizki
Twitter
Terduga teroris ditembak mati di depan Mabes Polri, Rabu (31/3/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Pihak Universitas Gunadarma memberikan pernyataan terkait status ZA, pelaku teror di Markas Besar (Mabes) Polri, Jakarta Selatan.

Wakil Rektor 3, Bidang Kemahasiswaan Universitas Gunadarma Irwan Bastian membenarkan bahwa ZA permah mengenyam pendidikan di kampus yang berpusat di Jalan Margonda Raya, Beji, Depok, Jawa Barat.

Namun demikian, ZA tercatat tak sampai selesai menjalani masa kuliahnya itu di Universitas Gunadarma dan hanya menjalani empat semester.

“Jadi yang bersangkutan itu masuk Tahun 2013. Kemudian semester lima dan berikutnya tidak aktif,” katanya pada awak media di Kampus Universitas Gunadarma, Beji, Depok, Jawa Barat, Kamis (1/4/2021).

Berdasarkan data tersebut, Irwan mengatakan bahwa ketentuan pihak kampus bila demikian maka ZA tak lagi tercatat sebagai mahasiswa Gunadarma.

“Ini yang perlu kami sampaikan, bahwa ZA ini sudah bukan lagi mahasiswa kami," tuturnya.

Baca juga: Beli Ekskavator Senilai Rp 1,265 Miliar dari PT Indotruck Utama, Arwan Koty Mengaku Dikriminalisasi

Penegasan tersebut juga disampaikan Wakil Dekan 3 Universitas Gunadarma Budi Prijanto.

“Saya garis bawahi bukan mahasiswa Gunadarma hanya pernah menjadi mahasiswa Gunadarma. Tiga semester ada dokumen akademis setelah itu semester lima dan seterusnya yang bersangkutan sama sekali tidak aktif,” paparnya dalam kesempatan yang sama.

Baca juga: Diduga Langgar Sejumlah Aturan, DPRD Kab Tangerang Kembali Panggil PT TUM dan PT BLP Agung Intiland

Sementara itu, Wakil Rektor 4 Bidang Kerjasama Universitas Gunadarma, Prof. Didin Mukodim, menjelaskan ZA pernah menempuh pendidikan di Gunadarma dengan jurusan akuntansi jenjang S-1 selama tiga semester.

“Jadi tidak dinyatakan sebagai alumni, karena alumni itu harus menyelesaikan studinya," tuturnya.

Sosok Terduga Teroris di Mabes Polri
Sebelumnya, Listyo memaparkan identitas terduga teroris perempuan yang melakukan penyerangan di Bareskrim Mabes Polri pada Rabu (31/3/2021) sore sekitar pukul 16.30 WIB.
Perempuan itu diketahui bernama Zakiah Aini (25) warga Ciracas, Jakarta Timur.
Zakiah Aini diketahui mantan mahasiswi salah satu perguruan tinggi yang mengalami drop out (DO) pada semester lima.
"Kemudian dari hasil profilling terhadap yang bersangkutan, maka tersangka atau pelaku ini adalah berideologi radikal ISIS, dengan bukti diantaranya, postingan di media sosialnya. Tersangka ini adalah mantan mahasiswa di salah satu kampus dan di drop out di semester 5," papar Listyo.
Listyo menjelaskan bahwa pelaku sebelum ditembak mati polisi, sempat melepaskan enam kali tembakan senjata api ke arah petugas.
"Jadi jam 16 30, seorang wanita berjalan masuk dari pintu belakang, kemudian yang bersangkutan mengarah ke pos gerbang utama yang ada di mabes Polri," kata Listyo.
Menurutnya, Zakiah Aini kemudian menanyakan ke petugas jaga mengenai keberadaan kantor pos.
"Yang kemudian diberikan pelayanan aleh anggota yang berjaga, dengan menunjukkan arah jalan ke kantor pos," kata Listyo.
Kemudian katanya, Zakiah Aini sempat meninggalkan pos jaga utama.
"Namun kemudian ia kembali ke pos jaga, dan melakuan penyerangan kepada anggota yang ada di Pos Jaga, dengan melakukan penembakan sebanyak enam kali ke arah petugas," kata Listyo.
"Dua kali tembakan ke arah dalam pos, dua kali ke arah petugas yang di luar, dan menembak lagi dua kali kepada anggota yang di belakangnya," kata Listyo.
Karena tindakan yang dilakukan pelaku, kata Listyo, petugas melakukan tindakan tegas dan terukur kepada Zakiah Aini dengan melumpuhkannnya dengan timah panas.
Zakiah Aini, pun terkapar dan tewas tak jauh dari pos jaga utama Mabes Polri.
"Hasil olah TKP ditemukan bahwa yang bersangkutan bernama inisial ZA umur 25 tahun dan beralamat di Jalan Lapangan Tembak, Ciracas, Jakarta Timur," papar Listyo.
"Kemudian dari hasil identifikasi sidik jari dan recognition identitasnya serupa dengan catatan identitas di tas pelaku," katanya 
Hasil profiling dari pelaku diketahui bahwa Zakiah Aini memiliki ideologi radikal ISIS yang dibuktikan lewat sebuah unggahan foto bendera ISIS di Instagram tersangka.
"ZA ini adalah mantan mahasiswa di salah satu kampus dan di drop out saat di semester 5," katanya.
Kemudian dari hasil pendalaman dan penggedahan kata Listyo didapatkan beberapa temuan terkait dengan barang yang dibawa pelaku.
"Di mana pelaku membawa map kuning yang di dalamnya ada amplop bertuliskan kata-kata, tentunya dan tas," kata Listyo.
Selain itu katanya pelaku memiliki Instagram yang dibuat atau memposting pertama kali 21 jam sebelum melakukan penyerangan ke Mabes Polri.
"Dalam postingannya, pelaku memposting bendera ISIS disertai tulisan terkait perjuangan jihad," katanya.
"Kita temukan juga saat penggeledahan di rumahnya, surat wasiat dan ada kata-kata di grup WhatsApp keluarga, bahwa yang bersangkutan pamit," kata Listyo.
Atas semua temuan itu katanya pihaknya sudah memerintahkan Kepala Densus Anti Teror 88 mendalami dan mengusut tuntas hal tersebut.
"Termasuk adanya kemungkinan kelompok dan jaringan yang terkait dengan tersangka ini," katanya. (bum)
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved