Breaking News:

Berita Tangerang

Diduga Langgar Sejumlah Aturan, DPRD Kab Tangerang Kembali Panggil PT TUM dan PT BLP Agung Intiland

Diduga Langgar Sejumlah Aturan, DPRD Kabupaten Tangerang Kembali Panggil PT TUM dan PT BLP Agung Intiland. Berikut Selengkapnya

Istimewa
Audiensi DPRD dan SKPD Kabupaten Tangerang bersama PT Bangun Laksana Persada (BLP) Agung Intiland dan PT Tanjung Unggul Mandiri (TUM) terkait sejumlah pelanggaran kedua perusahaan di Aula Gedung DPRD Kabupaten Tangerang, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang pada Rabu (30/3/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Disoroti banyak pihak lantaran diduga melanggar sejumlah aturan, DPRD Kabupaten Tangerang kembali memanggil PT Tanjung Unggul Mandiri (TUM) dan PT Bangun Laksana Persada (BLP) Agung Intiland.

Kedua perusahaan itu kembali dimintai keterangan terkait aktivitas komersil serta data perizinan yang dikantongi.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Aditya Wijaya mengungkapkan pemeriksaan kedua perusahaan itu digelar di Aula Gedung DPRD Kabupaten Tangerang, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang pada Rabu (30/3/2021).

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya meminta keterangan kedua perusahaan terkait aktivitas komersil PT TUM dan Agung Intiland, serta mencocokan data perizinan yang dikantongi sesuai regulasi daerah yang berlaku.

Terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh PT BLP Agung Intiland, Adit memaparkan pihak perusahaan belum memenuhi kewajiban pembangunan atas lahan yang izin lokasinya sudah dikantongi sejak dua tahun lalu. 

PT BLP Agung Intiland katanya baru melakukan pembangunan sekitar 40 persen dari kewajiban.

Padahal, tenggat izin lokasi yang dimiliki PT BLP Agung Intiland hanya tersisa setahun yang berakhir pada tahun 2022.

Baca juga: Detik-detik Terduga Teroris Berhijab Serang Bareskrim Polri, Tewas Tersungkur Ditembak Berulang Kali

"Izin lokasi Agung Intiland kan masa berlakunya sampai tahun 2022, artinya hanya satu tahun lagi. Walau progres pembangunannya ada, kita tekankan harus mengikuti aturan yang berlaku," ujar Adit kepada wartawan pada Rabu (30/3/2021).

"Kita tinjau dan hasilnya (akan) disampaikan ke pemerintah daerah," tegasnya.

Baca juga: Dicekoki Miras dan Dirudapaksa Oknum Linmas di Kuburan Jati, Kondisi NS Tertekan Luar Biasa

Menyinggung PT TUM, Adit menyebut lokasi aktivitas komersil bidang peternakan itu diduga melanggar rencana tata ruang wilayah (RTRW) Kabupaten Tangerang.

Halaman
12
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Dwi Rizki
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved