Breaking News:

Komoditi

Pengamat Pertanyakan Pemberlakuan RIPH Bawang Putih setelah Adanya UU Ciptaker

Pemerintah perlu menerapkan mekasnisme pasar yang lebih terbuka dalam menetapkan kuota bagi para importir bawang putih

Penulis: | Editor: Feryanto Hadi
Pexels.com
Bawang putih 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Kebijakan rekomendasi impor produk hortikultura (RIPH) kembali mendapat sorotan para pelaku usaha.

Pasalnya, di tengah pemerintah sedang memangkas hambatan birokrasi dalam berusaha melalui Undang-undang Cipta Kerja, pada praktiknya masih ada regulasi lama yang tetap diberlakukan, salah satunya adalah RIPH.

Masalah ini ditanggapi oleh Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Guntur S Saragih.

Menutrutnya, komoditas bawang putih memang agak aneh dibandingkan dengan komoditas lainnya.

"Karena izin impor bawang putih tidak mudah. Padahal relatif petani bawang putih domestik sangat sedikit. Hal ini berbeda dengan perlakuan pemerintah untuk beras, yang mana impor dilakukan justru saat panen raya,” ujarnya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (30/2/2021).

Baca juga: Jelang Ramadan, Harga Bawang Putih Kembali Naik, Aliansi Pedagang Pangan Pertanyakan UU Ciptaker

Hal tersebut dikatakan Guntur S Saragih menanggapi PP No 26 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Bidang Pertanian dan masalah hambatan permohonan RIPH kepada Dirjen Hortikultura Kementan sebagai syarat memperoleh kuota impor bawang putih.

Karena rekomendasi tersebut hingga saat ini masih dikeluhkan oleh para pengusaha atau importir, dengan alasan kuota sudah penuh dan sementara ditutup.

Padahal saat ini harga bawang putih sudah mulai beranjak naik dari harga normal. Masalah kelangkaan dan kenaikan harga bawang putih terus berulang setiap tahun.

Sehingga kadang membuat resah para pedagang bawang putih di pasaran.

Sementara terkait PP Nomor 26 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Bidang Pertanian sebagai turunan dari UU Cipta Kerja, khususnya di sektor hortikultura, tidak lagi disebutkan tentang RIPH.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved