Selasa, 5 Mei 2026

Bom Gereja Katedral Makassar

Bom Bunuh Diri Pertama di Era Kapolri Listyo, IPW Sebut akan Ada Teror Lain, Ini Cara Antisipasinya

Neta menilai, hal ini dikarenakan masih adanya kelompok-kelompok teror dan kelompok radikal yang belum berhasil diciduk jajaran kepolisian.

Tayang:
Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Mohamad Yusuf
Tribun Timur
Lokasi kejadian diduga bom bunuh diri di Makassar, Jl Kajaolalido, Makassar, Minggu (28/3/2021). 

Jika ada yg tahu atau mencurigai sesuatu yg terkait dgn peristiwa tsb harap menginformasikan ke kantor polisi terdekat atau ke aparat yg terkait" tulis akun Twitter @mohmahfudmd.

Menteri Agama Minta Polisi Perketat Penjagaan Tempat Ibadah

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas kutuk keras ledakan bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3/2021).

Dinilai Yaqut Cholil Qoumas, aksi tersebut sebagai tindakan keji yang menodai ketenangan hidup bermasyarakat dan jauh dari ajaran agama.

“Apa pun motifnya, aksi ini tidak dibenarkan agama karena dampaknya tidak hanya pada diri sendiri"

"juga sangat merugikan orang lain,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunnews.com, Minggu (28/3/2021).

Diharapkan Yaqut Cholil Qoumas, kepolisian dan aparat berwenang bisa segera mengungkap latar belakang aksi tersebut.

Bahkan, ia turut berharap, agar aparat bisa mengungkap tuntas aktor-aktor bom bunuh diri yang terlibat dalam aksi keji ini.

Prediksi Yaqut Cholil Qoumas, aksi yang dilakukan diduga pelaku bom bunuh diri tidak dilakukan secara tunggal.

Sebab, seringkali para pelaku bom bunuh diri ini digerakkan oleh jaringan namun mereka bekerja dalam senyap dan rapi.

“Kepolisian juga perlu meningkatkan keamanan di tempat-tempat ibadah sehingga masyarakat bisa semakin tenang dan khusyuk dalam beribadah,” kata Yaqut Cholil Qoumas.

Atas kejadian ini, Menteri Agama imbau para tokoh agama untuk terus tingkatkan pola pengajaran agama secara baik dan tekankan pentingnya beragama secara moderat.

Menurut Menag, agama apa pun mengajarkan umatnya untuk menghindari aksi kekerasan.

Sebab, kekerasan akan menggerus nilai-nilai kemanusiaan dan pasti merugikan banyak pihak.

Yaqut Cholil Qoumas mengajak semua pihak untuk mengutamakan jalan damai dalam menghadapi persoalaan seperti dengan dialog, diskusi, silaturahmi dan lain sebagaianya.

Sumber: WartaKota
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved