Breaking News:

PP PBSI

Soal Tuntutan PBSI ke BWF, Ketua Harian PP PBSI Alex Tirta Dukung Ketum PBSI Agung Firman Sampurna

PBSI dan National Olympic Committe tampaknya tidak main-main menuntut Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) ke badan arbitrase olahraga dunia (CAS).

Warta Kota
Pelantikan Pengurus Kota PBSI Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Jakarta Selatan oleh Ketua Pengrov PBSI DKI Jakarta, Alex Tirta. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - PBSI dan National Olympic Committe tampaknya tidak main-main menuntut Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) ke badan arbitrase olahraga dunia (CAS).

Meski BWF telah meminta maaf kepada pemerintah Indonesia, PBSI masih menunggu tranparansi permasalah substansi yang terjadi di All England 2021 di Birmingham, Inggris.

PBSI tidak hanya memertanyakan terkait tim bulu tangkis Indonesia yang dipaksa mundur meski semua negatif Covid-19.

PBSI juga memertanyakan perihal tujuh atlet dari negara lain yang awalnya disebut positif, tetapi berubah menjadi negatif Covid-19.

Ketua Harian PP PBSI, Alex Tirta buka suara tentang kelanjutan rencana PBSI dan NOC yang membawa permasalahan di All England 2021 ke CAS.

Baca juga: Hindari Kasus di All England 2021, PP PBSI Hanya Mengirim 11 Pemain Pelapis ke Orleans Masters 2021

Baca juga: Ketua Umum PP PBSI Agung Firman Sampurna Sebut Tim Bulu Tangkis Indonesia Calon Juara dan Tak Kalah

Baca juga: Mantan Pebulu Tangkis Indonesia Kurniahu Gideon Tak Sangka Merah Putih Terusir dari All England 2021

"Menurut saya, sesuai dengan tanggapan Ketua Umum PP PBSI (Agung Firman Sampurna). Itu saja," kata Alex kepada Warta Kota.

Seperti diketahui, dalam acara Mata Najwa, Rabu (24/3/2021), PBSI beserta NOC menganggap permintaan BWF tidak cukup.

Menurut PBSI dan NOC, seharusnya BWF menjelaskan fakta-fakta kejadian di All England 2021 yang dianggap diskriminasi.

Tidak hanya soal pembiaran atlet yang berjalan kaki ke hotel, kemudian tujuh atlet negara lain yang awalnya disebut negatif Covid-19, tetapi diberikan kesempatan untuk tes PCR.

Sedangkan, tim bulu tangkis Indonesia justru dipaksa mundur.

Halaman
12
Penulis: Rafzanjani Simanjorang
Editor: Sigit Nugroho
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved