Breaking News:

All England 2021

Mantan Pebulu Tangkis Indonesia Kurniahu Gideon Tak Sangka Merah Putih Terusir dari All England 2021

Mantan pebulu tangkis Indonesia, Kurniahu Gideon, tak menyangka tim Merah Putih terusir dari All England 2021 di Birmingham, Inggris.

Warta Kota
Kurniahu Gideon, ayah dari Marcus Fernaldi Gideon. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kurniahu Gideon sangat kaget mengetahui tim bulu tangkis Indonesia dipaksa mundur dari kejuaraan All England 2021 yang digelar di Birmingham, Inggris.

Pasalnya, mantan pemain era Liem Swei King dan Rudy Hartono itu baru saja berkomunikasi lewat chat WhatsApp bersama putranya, Marcus Fernaldi Gideon.

padahal, Marcus yang berpasangan dengan Kevin Sanjaya baru saja bertanding dan mengalahkan ganda putra Inggris, Matthew Clare-Ethan Van Leeuwen, lewat rubber game di babak 32 besar.

"Saya baru chat dengan Marcus dan memberi pesan agar pertandingan berikutnya bisa bermain lebih baik lagi," kata Kurniahu kepada Warta Kota, Jumat (26/3/2021).

Baca juga: Kurniahu Gideon Curiga Dengan Pemulangan Paksa Indonesia dari Kejuaraan All England 2021 di Inggris

Baca juga: Kurniahu Gideon Sindir BWF Tidak Adil Karena Meminta Mundur Tim Bulu Tangkis Indonesia

Baca juga: Tak Terima Indonesia Diusir dari All England 2021, AMUBA akan Gelar Protes ke Kedutaan Besar Inggris

"Selang beberapa lama, Marcus mengatakan bahwa sepertinya tim Indonesia tidak bisa bermain lagi. Namun, saya bilang, agar dibawa di dalam doa saja. Semoga, hal yang tidak diinginkan tidak terjadi," ujar Kurniahu.

Sempat berpikir positif, akhirnya Kurniahu mendapat kabar lagi bahwa tim Indonesia didepak dari All England 2021 dengan alasan satu penerbangan dengan seorang penumpang pesawat yang terindikasi Covid-19.

Pesawat tersebut adalah pesawat yang ditumpangi tim Indonesia dari Istanbul, Turki, menuju Birmingham, Inggris.

Alhasil, kedatangan tim bulu tangkis Indonesia ke Inggris pun sia-sia.

"Saya kaget dan menyayangkan peristiwa itu. Menurut saya, seharusnya panitia All England 2021, yaitu BWF bisa membantu mereka. Sebab, atlet ini ada di dalam naungan mereka. Tetapi, mereka tidak ada reaksi," ujar Kurniahu.

Mantan ranking 7 dunia era tahun 198-an itu menilai bahwa keputusan BWF tidak adil dan tidak transparan. 

Baca juga: Ketum KOI Raja Sapta Oktohari Bakal Kembali Lakukan Koordinasi Soal Langkah Pelaporan BWF kepada CAS

Baca juga: Terkait Kasus di All England 2021, Marcus Fernaldi Gideon Menilai Permohonan Maaf dari BWF Tak Cukup

Baca juga: Marcus Gideon dan Greysia Polii Kritik Keras ke BWF Atas Kejadian Pemunduran Paksa di All England

Tak hanya itu, membiarkan atlet negara lain yang satu penerbangan dengan Indonesia tetap bermain menjadi indikasi BWF pilih kasih, meskipun keesokannya sang atlet, yaitu Yeslihan Yigit asal Turki, dipaksa mundur pula.

"Saya kecewa di situ. Padahal, mereka bisa jelaskan dengan baik dan tranparan," tutupnya. 

Sebelumnya, Marcus Fernaldi dan Kevin Sanjaya menjuarai All England tahun 2017 dan 2018.

Penulis: Rafzanjani Simanjorang
Editor: Sigit Nugroho
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved