Kebakaran Matraman

VIDEO Tim Puslabfor Bawa Arang dan Bekas Kabel Selidiki Penyebab Kebakaran di Matraman 

Barang bukti hasil oleh TKP ini akan diperiksa secara mendalam di laboratorium Puslabfor Mabes Polri untuk memastikan penyebab kebakaran.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Murtopo
Wartakotalive.com/Joko Supriyanto
Tim Puslabfor Polri melakukan oleh TKP Kebakaran maut di Matraman Jakarta Timur guna menyelidiki penyebab kebakaran itu. 

Para korban meninggal dunia ini rencananya akan di makamkan di Pemakaman Umum Pondok Ranggon, Jakarta Timur.

Sedangkan lokasi kebakaran akan dilakukan penyelidikan oleh pihak kepolisian untuk mengusut penyebab kebakaran itu.

Saksi Kebakaran di Matraman Dengar Teriakan Minta Tolong

Sambil duduk di depan pintu rumahnya, Salmi (60) menghela nafas, seakan bersyukur rumahnya tak hangus terbakar meski jarak dari lokasi kebakaran hanya berjarak 10 meter.

Ia ingat betul akan peristiwa kebakaran yang terjadi pada Kamis (25/3/2021) dini hari tadi.

Apalagi dalam peristiwa kebakaran itu 10 orang ditemukan meninggal dunia.

Dirinya mengaku masih terbayang akan besarnya kobaran api itu.

Baca juga: Salmi Dengar Teriakan Minta Tolong Saat Kebakaran Maut di Matraman, Jarak Rumahnya Cuma 10 Meter

Teriakan minta tolong lah yang sempat membuat Salmi terbangun akan tidurnya, teriakan itu juga membangunkan keluarganya dari tidur lelap, kala itu jarum jam menunjukan pukul 04.30 WIB.

"Itu ada yang teriak minta tolong, tolong gitu. Langsung saya kaget kan bangun, saya keluar, terus bilang ada kebakaran," kata Salmi ditemui di sekitar lokasi kebakaran, Kamis (25/3/2021).

Setelah itu, ia pun bergegas menuju ke lokasi kebakaran, namun justru ia melihat kobaran api sudah besar, ia pun langsung kembali ke rumah untuk menyelamatkan keluarganya, kala itu tak terpikirkan untuk membawa barang berharga miliknya.

"Pokoknya waktu itu cuma selamatin keluarga aja. Udah ngak mikirin barang, semua saya tinggal," katanya.

Memastikan keluarganya sudah berada di ditempat aman, Salmi ikut membantu memadamkan api bersama dengan warga sekitar, warga bahu membahu memadamkan api dengan membawa ember berisi air.

Saat berusaha memadamkan api, Salmi dan beberapa warga lainnya mengaku sempat mendengar teriakan minta tolong, warga pun tak bisa berbuat banyak melihat api cukup besar menjalar ke seluruh rumah kontrakan itu.

"Iya minta tolong dari dalem. Cuma ya gimana api udah besar, yang penting saat itu api bisa padam. Itu saya orang orang sini," ujarnya.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved