Breaking News:

Info Pemprov Jateng

Diajak Mengisi Pengajian, Gus Miftah Sebut Ganjar Sosok Pemimpin yang Selalu Menunjukkan Kebaikan

Selain meningkatkan spiritualitas, Ganjar sengaja menggandeng Gus Miftah sebagai ulama yang dikenal gaul itu untuk mengobarkan semangat kebangsaan.

Editor: Ichwan Chasani
dok. Humas Pemprov Jateng
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelar pengajian bertajuk Penguatan Iman bagi Generasi Milenial Dalam Masa Pandemi Covid-19 Tahun 2021 bersama Gus Miftah. 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelar pengajian bertajuk Penguatan Iman bagi Generasi Milenial Dalam Masa Pandemi Covid-19 Tahun 2021 bersama Gus Miftah.

Pada kesempatan itu, Gus Miftah mengungkapkan kekagumannya kepada Gubernur Ganjar. “Cintaku padamu tak seindah surat cinta untuk Starla. Tapi yakinlah, cintaku padamu Lillahita’ala,” ucap Gus Miftah.

Ungkapan itu pun membuat jamaah pengajian baik yang mengikuti secara luring maupun daring bertepuk tangan. Bagi Gus Miftah, Ganjar adalah sosok pemimpin sekaligus sahabat yang selalu menunjukkan kebaikan.

"Sekitar enam bulan lalu, saya mengisi pengajian di Pemalang. Saya ditelpon seseorang yang saya kenal dekat, beliau adalah Gubernur Jawa Tengah. Kepada saya, beliau meminta agar pengajian segera diselesaikan karena sedang pandemi. Karena saya cinta pada beliau, saya langsung ikuti," kata Gus Miftah mengawali ceramah.

Dari cerita itulah, Gus Miftah menebarkan pesan moral pada masyarakat untuk selalu taat pada pemerintah. Karena sejatinya, kewajiban untuk taat pada pemerintah telah diatur dalam Al-Quran.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelar pengajian bertajuk Penguatan Iman bagi Generasi Milenial Dalam Masa Pandemi Covid-19 Tahun 2021 bersama Gus Miftah.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelar pengajian bertajuk Penguatan Iman bagi Generasi Milenial Dalam Masa Pandemi Covid-19 Tahun 2021 bersama Gus Miftah. (dok. Humas Pemprov Jateng)

"Saya sampaikan pada jamaah, ini pelajaran penting bagi kita. Di musim pandemi seperti ini, kita harus manut pada pemerintah dan mengikuti pendapat para ahli. Jangan kita ikut orang-orang yang ahli berpendapat. Kalau pemerintah baik, kita wajib mengikuti. Kalau pemerintah salah, maka kritiklah dengan bahasa yang santun," terangnya.

Selain itu, Gus Miftah juga mengingatkan akan pentingnya persatuan dan kesatuan. Semua paham-paham radikal, harus disingkirkan dari Indonesia.

"Saya punya pengalaman saat ngisi pengajian di Jateng, ada salah satu ASN guru yang mendukung khilafah. Ini tidak bisa dibiarkan, ia harus dicopot atau dipecat. Maka pada adik-adik pelajar, ojo nganti salah milih guru. Carilah guru yang menyenangkan, jangan yang menakutkan. Carilah guru yang ramah, bukan yang suka marah-marah," tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, sebelum pandemi sebenarnya Ia memiliki program rutin keliling sekolah-sekolah bersama Gus Miftah.

Selain meningkatkan spiritualitas, Ganjar sengaja menggandeng ulama yang dikenal gaul itu untuk mengobarkan semangat kebangsaan.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelar pengajian bertajuk Penguatan Iman bagi Generasi Milenial Dalam Masa Pandemi Covid-19 Tahun 2021 bersama Gus Miftah.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelar pengajian bertajuk Penguatan Iman bagi Generasi Milenial Dalam Masa Pandemi Covid-19 Tahun 2021 bersama Gus Miftah. (dok. Humas Pemprov Jateng)

"Namun karena kondisi seperti ini, tentu program itu sementara terhenti. Tapi tadi saya sudah ngobrol sama Gus Miftah, nanti Ramadan kita lanjutkan. Konsepnya mungkin secara hybrid, yang ikut luring dikit, sisanya daring. Intinya, ini tidak boleh berhenti sebagai ikhtiar kita mencari jalan keluar agar kegiatan tetap berjalan," jelasnya.

Ganjar mengatakan sengaja menggandeng Gus Miftah karena dinilai cocok dengan kalangan milenial. Menurutnya, Gus Miftah memiliki spirit kebangsaan yang bagus dan cara penyampaiannya juga enak.

"Sambil guyon tapi mengena. Tadi saja misalnya, beliau menekankan bagaimana pentingnya memilih guru agar tidak tersesat. Pesan beliau jelas, ojo salah milih guru (jangan salah memilih guru). Ini penting disampaikan pada anak-anak kita," pungkasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved