Senin, 27 April 2026

Berita Internasional

Cuitan CEO Twitter Jack Dorsey Laku 41 Miliar Rupiah, Apa Uniknya Jualan di NFT?

Cuitan pertama pendiri sekaligus CEO Twitter Jack Dorsey akhirnya terjual melalui Non Fungible Token.

Editor: Feryanto Hadi
gsmarena.com
Jack Dorsey 

WARTAKOTALIVE.COM,  JAKARTA - Jagat dunia maya dihebohkan dengan penjualan barang antik dan juga unik seharga puluhan miliar namun tak kasat mata wujudnya.

Cuitan pertama pendiri sekaligus CEO Twitter Jack Dorsey akhirnya terjual melalui Non Fungible Token.

Tweet pertama di aplikasi berlogo burung biru itu terjual seharga 2,9 juta dollar AS atau sekitar Rp 41,47 miliar dalam bentuk Non Fungible Token (NFT).

Baca juga: Pesan Toyota GR Yaris Bisa Lewat Auto2000, Booking Fee Rp 100 Juta

Aksi jual menjual tweet memang sedang ramai di Negeri Paman Sam.

Technoking of Tesla Elon Musk juga sempat menjual cuitannya dan mendapat tawaran 1,2 juta dollar AS atau sekitar Rp 16 miliar untuk tweet berisi video singkat berisi lagu miliknya.

Namun, selang beberapa hari Elon mengurungkan niatnya untuk menjual karya digitalnya di NFT.

Lalu, seperti apa metode penjualan barang di NFT? Karya seni yang unik banyak diperdagangkan di NFT untuk mendapatkan lisensi dari si pemilik barang.

Baca juga: Gak Perlu Repot Punya Kartu Kredit, Beli Mobil Tesla Kini Bisa Pakai Bitcoin

Banyak pula pesohor atau pebisnis dunia yang bertransaksi NFT dengan menggunakan mata uang cryptocurrency.

Oscar Darmawan yang juga merupakan CEO Indodax menjelaskan perihal penjualan melalui NFT. Menurutnya, teknologi NFT adalah merupakan bagian dari teknologi blockchain yang sangat familiar di Amerika Serikat.

Gak Perlu Repot Punya Kartu Kredit, Beli Mobil Tesla Kini Bisa Pakai Bitcoin

NFT adalah cara baru dalam melakukan duplikasi resmi dan legal sesuai kuasa si pemilik. Cara itu merupakan metode yang mempertahankan sebuah aset yang asli, sehingga karya-karya seni atau karya teknologi dapat diedarkan dan dijual secara resmi.

“Transanya sederhana. Hanya memberikan lisensi resmi dari karya seni, sementara barang aslinya hanya satu saja dan disimpan oleh si pencipta,” kata Oscar dalam keterangan tertulisnya, Rabu (24/3/2021).

Oscar menjelaskan proses pelelangan di NFT dilakukan secara terbuka dan karyanya akan ditukarkan atau dibeli dengan aset kripto (cryptocurrency). Usai transaksi itu dilakukan, si pembeli akan tercatat sebagai pemilik sah ditandai sebuah sertifikasi yang resmi.

Selain itu, transaksi NFT tersebut juga telah terdaftar di Hak Kekayaan Intelektual (Haki).

"Karena menggunakan sistem blockchain, NFT mengadopsi sifat efisien, sehingga penjualan karya lewat NFT bisa terjadi secara fantastis, seperti apa yang dilakukan oleh Jack Dorsey dan Elon Musk," lanjut Oscar menjelaskan.

Baca juga: Dua Pekan Naik Penyidikan, 3 Polisi yang Diduga Terlibat Unlawful Killing Masih Berstatus Terlapor

Salah satu kelebihan NFT adalah sifatnya sangat transparansi dan menjamin keamanan dalam setiap transaksi. Hal itu dibuktikan bahwa setiap karya yang akan dibeli pasti bakal tercatat dan terdaftar dalam Haki.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved