Virus Corona

Sudah Jadi Budaya, Orang Indonesia Sulit Jaga Jarak Fisik Saat Pandemi Covid-19

Diharapkan, pihak terkait dapat membuat panduan yang jelas dan rinci terkait kebiasaan adaptasi baru ini

Editor: Yaspen Martinus
Dok. AP II
Suasana antrean penumpang pesawat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang terlihat saling menjaga jarak, beberapa waktu lalu. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Dari 3M protokol kesehatan, yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, orang Indonesia sangat sulit dan memiliki tingkat kesadaran yang rendah dalam menjaga jarak fisik.

Sosiolog Universitas Indonesia Daisy Indira Yasmine mengatakan, ada banyak faktor yang melatarbelakangi rendahnya kesadaran masyarakat dalam menerapkan prokes tersebut.

Satu di antaranya terkait kebiasaan sehari-hari sebagai makhluk sosial adalah kegiatan berkumpul.

Baca juga: DAFTAR Terbaru Zona Merah Covid-19 di Indonesia: Sisa 10, Terbanyak di Kalimantan Tengah dan Bali

Hal itu disampaikan Daisy dalam Webinar bertajuk 'Refleksi Setahun Pandemi, Masyarakat Semakin Abai atau Peduli Forum Ngobras dan Frisian Flag', Senin (23/3/2021).

"Jaga jarak fisik ini yang paling sulit dan paling rendah dari persentase kepatuhannya."

"Nah, Indonesia itu budayanya itu memang senengnya kumpul."

Baca juga: Penelitian Terbaru: 64 Persen Orang Terinfeksi B117 Kemungkinan Meninggal, Vaksin Pfizer Efektif

"Kita punya filosofi kalau di Jawa punya filosofi Mangan ora makan yang penting kumpul."

"Kita enggak boleh kumpul, makan enggak bisa, tapi kumpul juga enggak boleh, nah itu merupakan tantangan masyarakat kita," tutur Daisy .

Ia menyebut, sulitnya masyarakat menjaga jarak ini menjadi tantangan yang perlu diperbaiki.

Baca juga: DAFTAR Terbaru Zona Hijau Covid-19 di Indonesia: Menyusut Jadi 6, Ada di Papua, Nias, dan Maluku

Diharapkan, pihak terkait dapat membuat panduan yang jelas dan rinci terkait kebiasaan adaptasi baru ini

Misalnya, panduan menjaga jarak dalam transportasi umum maupun mengantre di supermarket.

"Antrean ini tidak ada panduan yang jelas bagaimana mengantre."

Baca juga: Terima Berkas KLB Partai Demokrat, Ini Dokumen yang Dicek Kemenkumham

"Kita punya budaya misalnya masuk ke dalam MRT, ke dalam bus itu juga harus protokol kesehayan jaga jarak, tapi ternyata enggak."

"Takut kehilangan kesempatan ya nalurinya," jelasnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved