Penjualan Mobil

Gaikindo tak Gegabah Revisi Target Penjualan Mobil Tahun 2021 Meski Ada Relaksasi PPnBM

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menargetkan penjualan mobil pada 2021 mencapai 750.000 unit.

Editor: Valentino Verry
Istimewa
Ilustrasi pameran mobil. Gaikindo belum ada rencana merevisi target penjualan mobil tahun 2021, meski ada relaksasi PPnBM. Gaikindo masih menargetkan penjualan mobil 750.000 unit. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menargetkan penjualan mobil pada 2021 mencapai 750.000 unit.

Untuk memacu pertumbuhan industri otomotif di tengah pandemi, Pemerintah memberikan relaksasi PPnBM.

Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara, mengatakan meski adanya relaksasi PPnBM pihaknya belum akan merevisi target.

"Kita belum melakukan revisi target dan sebagainya, karena kondisinya relatif labil walaupun ada indikasi membaik dengan adanya relaksasi," tutur Kukuh saat dihubungi Tribunnews, Minggu (21/3/2021).

Meski demikian, Gaikindo menyebut relaksasi PPnBM untuk mobil dengan mesin 1.500 cc dinilai tepat.

"Relaksasi ini juga waktunya cukup tepat, satu kondisi pandemi sudah lebih terkendali, keduanya vaksinasi sudah jalan. Harapannya protokol kesehatan tetap dijalankan dan kita bisa bergerak," imbuh Kukuh.

Baca juga: Gaikindo Tunda Pameran Otomotif Jakarta Auto Week, Semula Akhir 2020 Jadi 9–17 Januari 2021

Baca juga: GIIAS 2020 Batal, Diganti Pameran Otomotif GAIKINDO Jakarta Auto Week di JCC November, Ini Konsepnya

Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo telah mengusulkan Menteri Keuangan, Sri Mulyani untuk memperluas relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) ke mobil 2.500 cc.

Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Kukuh Kumara mengatakan pihaknya menyambut baik rencana perluasan relaksasi PPnBM.

"Kalau ini diperluas kita tentunya gembira sekali. Relaksasi PPnBM yang kemarin diberikan untuk mobil 1.500 cc saja kami sangat berterimakasih, karena nampaknya ini disambut baik oleh masyarakat," tutur Kukuh saat dihubungi Tribunnews, Minggu (21/3/2021).

Selama dua minggu penerapan insentif PPnBM Gaikindo melihat indikasi kenaikan penjualan kendaraan.

"Masyarakat sangat antusias dan menerima. Mereka juga nampaknya mulai memesan kendaraan dan indikasi meningkatnya bagus. Walau pun kita belum bisa konfirmasi seberapa banyak dan sebagainya, karena laporannya baru masuk di akhir bulan nanti. Tapi indikasinya dari beberapa laporan informal itu ada peningkatan cukup baik," terangnya.

Baca juga: Gaikindo Revisi Target Penjualan, Bagaimana Tanggapan dari Agen Pemegang Merek?

Baca juga: Sebelum Menerapkan B30, Gaikindo: Standar Kadar air Harus Diperhatikan

Menyoal perluasan relaksasi PPnBM ke mobil 2.500 cc, saat ini Gaikindo masih menunggu aturan yang jelas.

"Kita masih menunggu arahannya seperti apa untuk perluasan. Kita punya produk dan apa saja yang masuk dikriteria itu nantinya masing-masing pabrikan yang memberikan," jelas Kukuh.

Sebelumnya, pada awal Maret lalu pemerintah sudah memberikan insentif PPnBM 100 persen kepada 21 mobil.

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved