Berita Jakarta

Ombudsman Buka Suara Soal Kasus Sengketa Lahan Milik Pertamina Berujung Bentrokan Warga di Pancoran

Insiden bentrokan di Jalan Pancoran Buntu II, Jakarta Selatan, Rabu (17/3/2021) ditanggapi Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya.

Editor: Panji Baskhara
(KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJO)
Insiden bentrokan di Jalan Pancoran Buntu II, Jakarta Selatan, Rabu (17/3/2021) ditanggapi Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya. Foto: Polisi menembakkan gas air mata ke arah kelompok massa yang terlibat tawuran di Jalan Pancoran Raya, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (17/3/2021) sekitar pukul 23.04 WIB. 

Dirinya melanjutkan, upaya pemulihan tersebut telah berjalan lebih dari 10 bulan dengan baik dan aman.

Karena PT PTC telah melakukan sosialisasi sebelum pelaksanaan pemulihan aset milik Pertamina secara persuasif dan tetap membangun komunikasi melalui tokoh masyarakat dan berbagai pihak lain.

Selain itu, PT PTC memastikan proses pemulihan aset Pertamina di Pancoran dilakukan dengan pendampingan dari pihak aparat kepolisian.

"Sampai saat ini, sudah lebih dari 75% lahan telah dikembalikan kepada Pertamina, dan semua kami lakukan sesuai prosedur"

"dan tidak ada cara-cara anarkis menggunakan ormas tertentu pada proses pemulihan aset," pungkas Achmad.

Mencekam

Tawuran antara warga Pancoran, Jakarta Selatan, dengan kelompok diduga dari luar wilayah Pancoran pecah pada Rabu (17/3/2021) malam hingga jelang dini hari.

Polisi berupaya membubarkan bentrokan dengan menembakkan gas air mata.

Tawuran diduga disebabkan oleh upaya penggusuran warga setempat oleh anak perusahaan BUMN.

Sejumlah warga Pancoran bahkan meminta bantuan melalui media sosial.

Mereka melaporkan, kampungnya diserang oleh kelompok organisasi kemasyarakatan baik berseragam maupun menggunakan pakaian preman.

Warga menuding, kelompok tersebut merupakan suruhan dari perusahaan BUMN yang sejak beberapa waktu lalu terlibat perselisihan dengan warga terkait upaya penggusuran kampung.

Kericuhan bermula kala organisasi masyarakat dan preman datangi lokasi pemukiman warga dan blokade akses masuk dan pintu belakang Gang Buntu II sekitar pukul 15.00 WIB.

Semenjak itu, warga setempat mulai bersiaga menghadapi kemungkinan terburuk.

Warga kemudian meminta preman-preman itu segera pergi.

Pihak ormas yang datang itu juga diminta segera mengembalikan sekolah PAUD di wilayah pemukiman yang disebut dikuasai secara paksa.

Meski demikian, kelompok ormas tersebut tetap bertahan di depan gang perkampungan.

Sekitar pukul 17.00 WIB, warga dan perwakilan forum melakukan negosiasi dengan pihak Pertamina, Polres Metro Jakarta Selatan dan Polsek Pancoran.

Dalam negosiasi yang dilakukan itu, Pertamina meminta warga mengirimkan perwakilan untuk melakukan mediasi. Namun warga menolak.

Mediasi tak menemukan titik terang.

Kericuhan pun mulai pecah sejak pukul 22.00.

Terjadi aksi saling lempar batu hingga bom molotov.

Polisi pun berusaha meredam kericuhan tersebut.

Dilaporkan, puluhan orang terluka dalam bentrokan tersebut.

Dari informasi yang dihimpun, Gang Buntu Pancoran II merupakan kawasan permukiman warga seluas 4,8 hektar.

Semenjak Juli 2020, warga setempat mengalami penggusuran oleh PT Pertamina Training and Consulting.

Namun, warga tidak menerima begitu saja upaya penggusuran yang dilakukan.

Warga menyebut mendapatkan intimidasi hingga melaporkan kejadian itu kepada Komnas HAM pada Oktober 2020.

Polisi berjaga

Anggota kepolisian berjaga di Jalan Pasar Minggu Raya tepatnya di sekitar Jalan Pancoran Buntu II, Pancoran, Jakarta Selatan pada Kamis (18/3/2021) dini hari.

Polisi dari unsur Brimob terlihat membawa pistol dan amunisi gas air mata pasca tawuran pecah di kawasan itu.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Azis Andriansyah, dan Kapolsek Pancoran Kompol Rohman Yongki juga berada di lokasi.

Polisi menyebar di beberapa titik untuk mengamankan lokasi.

Sebelumnya, aksi tawuran pecah.

Kelompok massa saling melemparkan batu.

Bom molotov terlihat melayang dan meledak di Jalan Pasar Minggu Raya. Belum ada upaya pembersihan batu dan pecahan botol.

Arus lalu lintas di Jalan Pancoran Raya, Pancoran, Jakarta Selatan hingga pukul 12.42 WIB masih ditutup.

Kendaraan dari arah Jalan Dr. Saharjo dialihkan ke arah Jalan Jenderal Gatot Soebroto.

Sementara itu, arus lalu lintas dari arah Pasar Minggu diarahkan berbelok ke arah Jalan Perdatam.

Polisi terlihat berjaga di perempatan Tugu Pancoran dan pertigaan Jalan Perdatam.

Saat ini, tawuran sudah mereda.

Polisi telah menembakkan gas air mata ke arah kelompok massa yang terlibat tawuran.

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul "Soal Bentrokan di Pancoran, Ombudsman: Ada BUMN yang Pro Premanisme" dan di Kompas.com dengan judul "Pasca-Tawuran di Pancoran, Polisi Berjaga Sampai di Jalan Raya Pasar Minggu "

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved