Gereja Katolik

MAKNA Tahun Santo Yosef yang Dicanangkan Paus Fransiskus, Kesederhanaan dan Kesetiaan Seorang Ayah

Paus Fransiskus mencanangkan Tahun Santo Yosef seraya mengingatkan makna kesederhaan dan kesetiaan seorang ayah.

AP/dailymail.co.uk
Paus Fransiskus (88) sangat rentan terhadap Covid-19, terus dipantau untuk virus itu. Paus Franciskus berfoto bersama Kardinal George Pell. Sementara itu, Pengawal Swiss, pasukan khusus pengawal Paus, dikabarkan terkena Virus Corona hari ini. 

Paus Fransiskus berkata bahwa Tuhan mengajari kita masing-masing bagaimana memelihara kesetiaan "dalam terang kesetiaan Tuhan sendiri."

"Kesetiaan ini adalah rahasia kegembiraan. Ini adalah kegembiraan kesederhanaan, kegembiraan yang dialami setiap hari oleh mereka yang peduli pada apa yang benar-benar penting: kedekatan yang setia dengan Tuhan dan sesama kita,” kata Paus.

Contoh kegembiraan
Paus mengakhiri pesannya untuk Hari Doa Panggilan Sedunia dengan mendesak para pendeta Gereja untuk mengisi rumah mereka dengan kegembiraan sederhana dan berseri, sadar dan penuh harapan yang sama.

“Saya berdoa agar Anda akan mengalami sukacita yang sama ini, saudara dan saudari terkasih yang telah dengan murah hati menjadikan Allah impian hidup Anda, melayani Dia dalam diri saudara dan saudari Anda melalui kesetiaan yang merupakan kesaksian yang kuat di zaman pilihan dan emosi yang fana itu. tidak membawa sukacita abadi," katanya.

Dalam surat apostoliknya, Paus Fransiskus menggambarkan Santo Yosef sebagai bapa yang terkasih, bapa yang lembut dan penuh kasih, bapa yang patuh, bapa yang menerima; bapa yang secara kreatif pemberani, bapa yang sedang bekerja, bapa dalam bayang-bayang.

Bapa Suci menulis Patris corde dengan latar belakang pandemi Covid-19 yang dikatakannya telah membantu kita melihat lebih jelas pentingnya orang-orang “biasa”.

Orang biasa yang meski jauh dari pusat perhatian, tetap sabar dan menawarkan harapan setiap hari.

Dalam hal ini, mereka menyerupai Santo Yosef, orang yang kehadirannya sehari-hari tidak diperhatikan, bijaksana dan tersembunyi.

Meski demikian, ia memainkan peran yang tak tertandingi dalam sejarah keselamatan.

Santo Yosef, pada kenyataannya, “secara nyata mengungkapkan kebapaannya” dengan mempersembahkan dirinya dalam kasih.

“Kasih yang ditempatkan untuk melayani Mesias yang tumbuh hingga dewasa di rumahnya,” tulis Paus Fransiskus mengutip pendahulunya, Santo Paulus VI.

Dan karena perannya di persimpangan antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, Santo Yosef selalu dihormati sebagai seorang bapa oleh umat Kristiani.

Di dalam dia, Yesus melihat kasih Allah yang lembut yang membantu kita menerima kelemahan kita, karena melalui dan terlepas dari ketakutan kita, kerapuhan kita, dan kelemahan kita, sebagian besar rencanan Ilahi terwujud.

“Hanya kasih yang lembut yang akan menyelamatkan kita dari jerat sang penuduh. Dan dengan menjumpai belas kasih Allah khususnya dalam Sakramen Rekonsiliasi, kita mengalami kebenaran dan kelembutanNya. Karena kita tahu bahwa kebenaran Allah tidak menghukum kita, melainkan menyambut, merangkul, menopang dan mengampuni kita” Paus Fransiskus.

Santo Yosef juga seorang bapa dalam ketaatan kepada Allah. 

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved