Selasa, 5 Mei 2026

All England

BWF Sebut Selain Tim Indonesia Pemain Turki Juga Diminta Isolasi Mandiri, Ini Reaksi Marcus Fernaldi

Pertanyaan Marcus Fernaldi Gideon di kolom komentar postingan bwf.official tersebut langsung mendapat tanggapan dan dukungan dari penggemarnya.

Tayang:
Editor: Murtopo
Humas PBSI
Marcus Gideon siap bermain di All England walau telah setahun tidak bermain di turnamen bulu tangkis 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

WARTAKOTALIVE.COM --  Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Marcus Fernaldi Gideon dengan tegas mempertanyakan ketidakadilan yang dialami tim Indonesia di All England kepada Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF).

Hal itu langsung diutarakan oleh Marcus Fernaldi Gideon di kolom komentar akun instagram bwf.official, selang beberapa saat BWF memposting alasan kenapa mereka memaksa mundur tim Indonesia di ajang All England.

Dalam postingannya tersebut BWF mengkonfirmasi bahwa selain tim bulu tangkis Indonesia yang dipaksa mundur dari kejuaraan All England 2021 lantaran satu pesawat dengan orang yang positif covid-19, BWF juga mengkonfirmasi bahwa pebulu tangkis asal Turki Yigit juga diminta isloasi mandiri selama 10 hari.

"Mengapa 7 (pemain) positif dari Denmark, India dan Thailand dapat tes ulang sementara kita semua negatif bahkan tidak bisa tes ulang?" tulis Marcus Fernaldi Gideon.

Pertanyaan Marcus Fernaldi Gideon di kolom komentar postingan bwf.official tersebut langsung mendapat tanggapan dan dukungan dari penggemar bulu tangkis Indonesia.

Baca juga: Dubes RI di Inggris Protes Keras BWF dan Ungkit Kasus Covid-19 Manchester City di Liga Inggris

Berikut pernyataan BWF melalui akun instagram mereka:

Layanan Tes dan Jejak Layanan Kesehatan Nasional (NHS) Pemerintah Inggris juga menyampaikan pemberitahuan tentang isolasi mandiri yang diperlukan kepada Yigit, dengan BWF dan Badminton England menerima konfirmasi pada Kamis pagi GMT.

Baik BWF maupun Badminton England ingin mengklarifikasi bahwa keputusan untuk memaksakan pemain dan rombongan tim Indonesia, dan kini Yigit, melakukan isolasi diri selama 10 hari dilakukan secara mandiri oleh layanan NHS Test and Trace.

Tindakan ini sesuai dengan protokol dan persyaratan COVID-19 Pemerintah Inggris sesuai undang-undang nasionalnya, dan terpisah dari pedoman apa pun yang ditetapkan oleh BWF dan Badminton Inggris dalam Prosedur Operasi Standar (SOP) yang berlaku untuk YONEX All England Open 2021.

Baca juga: Indonesia Diusir dari All England 2021, Menpora Zainudin Amali Tidak Mau Merah Putih Dianggap Lemah

Selanjutnya, BWF dan Badminton England tidak punya pilihan lain selain mengikuti arahan NHS dan menarik peserta dari turnamen.

Ini adalah keadaan yang sangat disayangkan dan sesuatu yang tidak diinginkan oleh BWF dan Bulutangkis Inggris untuk tim Indonesia dan Yigit dari Turki.

Kami dapat mengonfirmasi upaya keras yang dilakukan oleh Badminton Inggris untuk mendapatkan pengecualian bagi para pemain dan anggota tim Indonesia, dan untuk mencari opsi alternatif untuk menjamin partisipasi mereka.

Namun, undang-undang Pemerintah Inggris ada untuk, pertama dan terutama, melindungi publik Inggris dari COVID-19 dan keputusan mereka bersifat final dan tidak dapat dinegosiasikan.

Baca juga: Ketum PBSI Ungkap Fakta Kejanggalan di Balik Pengunduran Paksa Tim Indonesia oleh BWF di All England

BWF dan Badminton England berhubungan dengan mereka yang terkena dampak dan berkomitmen untuk mendukung semua individu melalui masa isolasi diri mereka.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved