Berita Nasional

Tanpa Takut, di Depan Anggota DPR Buwas Bongkar Dua Sosok Menteri yang Instruksikan Impor Beras

Perum Bulog menyatakan bahwa pihaknya tidak akan melakukan impor satu juta ton beras.

Editor: Feryanto Hadi
Warta Kota/Arie Puji Waluyo
Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA--Rencana impor satu juta ton beras di saat stok beras nasional masih aman, menuai polemik.

Terlebih, rencana itu digulirkan hanya berselang dua pekan setelah Presiden Joko Widodo memberikan imbauan untuk mencintai produksi dalam negeri.

Direktur Utama Perum Bulog menyebut, dirinya sempat terkejut ketika diminta untuk mengimpor beras.

Instruksi untuk mengimpor beras ternyata diberikan oleh Menteri Koordinator Ekonomi Airlangga Hartarto dan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dalam sebuah rapat koordinasi terbatas.

Baca juga: GP Ansor Polisikan Penerbit Tiga Serangkai Gara-gara Kalimat Santri Penakut, Tuding Pro HTI

“Sehingga saat rakortas saat itu enggak diputuskan untuk impor. Hanya kebijakan dari Pak Menko (Perekonomian) dengan Mendag itu yang pada akhirnya kita dikasih penugasan tiba-tiba untuk laksanakan impor,” katanya dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Badan Legislasi DPR secara virtual, Selasa (16/3).

Buwas menambahkan, dalam rakortas yang dipimpin Menko Airlangga tersebut hanya membahas mengenai kemungkinan kelangkaan dan prediksi cuaca.

Baca juga: Partai Demokrat Versi KLB Berdiri di Kabupaten Bekasi, Kader Hanura Aktif Ditunjuk Jadi Ketuanya

“Enggak ada. Jadi saat itu hanya membahas kemungkinan dan cuaca prediksi kelangkaan, sehingga waktu itu perlu kita impor sebagai buffer stock atau iron stock,” katanya.

Bulog menyatakan akan kesulitan menyalurkan beras impor tersebut. 

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Firman Subagyo menyebut, dalam Rapat Dengar Pendapat, Perum Bulog menyatakan bahwa pihaknya tidak akan melakukan impor satu juta ton beras.

Baca juga: Jonggol Segera Miliki Pasar Hewan dan Terminal, Pemkab Bogor Sedang Siapkan Lahan

Baca juga: Bukan Hanya untuk Pertandingan Sepak Bola, Gubernur Anies Akan Jadikan JIS Tempat Gelar Konser

Dijelaskan bahwa Bulog menyatakan bahwa ketersediaan pangan nasioal masih mencukupi.

"Kan yang ditugaskan Bulog. Kalau Bulog sudah yakin stok cukup, ya tinggal lapor kepada pemerintah tidak usah impor,  pemerintah juga akan mendengarkan dan tidak usah impor" kata Firman kepada wartawan, Selasa (15/3/2021).

Dalam RDP dengan Komisi IV DPR, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso melaporkan, persediaan beras per 14 Maret 2021 di gudang Bulog mencapai 883.585 ton.

Dengan rincian 859.877 ton merupakan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan 23.708 ton stok beras komersial.

Baca juga: Hubungan Asmara Billy Syahputra dan Amanda Manopo Hancur, Hilda Vitria Bantah Jadi Pelakor

Sementara beras sisa impor tahun 2018 yang masih tersedia di gudang Bulog yaitu 275.811 ton, dengan 106.642 ton di antaranya mengalami turun mutu. Adapun total impor beras tahun 2018 sebesar 1.785.450 ton.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved