Jumat, 17 April 2026

Kesehatan

Satu dari 5 Kematian di Dunia Disebabkan karena Polusi Udara

Udara bersih harus terus ditingkatkan karena berperan dalam kesehatan tubuh. Sedangkan polusi udara dapat menyebabkan kematian.

Penulis: LilisSetyaningsih |
KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO
Polusi udara terlihat di langit Jakarta, Senin (3/9/2018). Menurut pantauan kualitas udara yang dilakukan Greenpeace, selama Januari hingga Juni 2017, kualitas udara di Jabodetabek terindikasi memasuki level tidak sehat (unhealthy) bagi manusia. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Udara bersih harus terus ditingkatkan karena berperan dalam kesehatan tubuh.

Walaupun tidak kasat mata, udara tidak bersih bisa membawa banyak dampak kesehatan.

Baru-baru ini, studi tim peneliti gabungan dari Harvard University bekerja sama dengan University of Birmingham, University of Leicester, hingga University College London menunjukkan bahwa 1 dari 5 kematian di dunia disebabkan polusi udara

Penggiat lingkungan dan dosen di Institut Teknologi Bandung (ITB) Agus Sari turut menyampaikan pandangannya.

Menurutnya, lingkungan hidup adalah bagian dari pembangunan berkelanjutan. Tanpa lingkungan sehat, pembangunan tidak akan tumbuh baik.

Baca juga: Taqy Malik Senang Motor Listrik Beroperasi di Jakarta, Bisa Jadi Solusi Mengatasi Polusi Udara

Baca juga: VIDEO Emak-emak Gunung Sindur Ngamuk dan Geruduk Pabrik Bata Ringan, Tagih Janji Atasi Polusi Udara

Polusi udara, kata Agus Sari, sudah sangat mengganggu kehidupan.

Dia mengatakan, banyak kota di Indonesia terjadi polusi. "Tapi (polusi)  Jakarta yang paling parah. Padahal, dampaknya luar biasa,” ujar Agus Sari.

Dia mengatakannya dalam video yang diunggah melalui akun komunitas Bicara Udara seperti dikutip dari siaran pers, Senin (15/3/2021).

Dampak polusi udara antar akaub kematian tambahan atau kematian yang tidak diinginkan. Kemudian menurunnya IQ, menurunnya kemampuan belajar.

"Permasalahan dengan sistem pernapasan, karsinogenik juga kalau dia debu-debu kecil yang pm 2,5 itu, itu bisa membuat paru-paru kita cancerous. Ini kerugiannya luar biasa tingginya,” ujar Agus.

Baca juga: Masyarakat Gunung Sindur, Kabupaten Bogor Minta PT Acon Indonesia Hentikan Polusi Udara

Baca juga: Paparan polusi udara selama kehamilan berdampak pada berat lahir rendah dan kelahiran prematur.

 Dia mengingatkan, jika kesadaran pentingnya udara bersih ini tidak ditingkatkan, polusi udara akan semakin tinggi dan masyarakat harus membayarnya. 

"Pada saat pencemar udara tidak membayar pencemaran yang dihasilkannya, maka konsumen udara bersih yang harus membayar, dan itu sebentar lagi akan terjadi kalau kita nggak melakukan apa-apa," katanya.

Komunitas Bicara Udara sendiri adalah saluran untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya udara bersih dan usaha untuk membantu mengurangi polusi udara.

Kanal tersebut merupakan lanjutan dari upaya yang dilakukan koalisi Langit Biru Jakarta yang memulai gerakan di laman Change.org tahun lalu.

Baca juga: Polusi Udara juga jadi Penyebab Penyebaran Covid-19, Pemerintah Diminta Bertindak

Baca juga: Jakarta Barat Klaim Penurunan Polusi Udara Signifikan Berkat Car Free Day Dua Pekan Sekali

Petisi yang dapat diakses di laman www.change.org/langitbirujakarta dan menjadi perhatian banyak warga Jakarta itu hingga kini telah mengumpulkan sekitar 78.000 tanda tangan. 

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved