Kesehatan
Paparan polusi udara selama kehamilan berdampak pada berat lahir rendah dan kelahiran prematur.
Saat imunitas bayi belum terbentuk sempurna, faktor luar memengaruhi kesehatan akan berdampak besar pada bayi.
Penulis: LilisSetyaningsih |
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Saat imunitas bayi belum terbentuk sempurna, faktor luar memengaruhi kesehatan akan berdampak besar pada bayi.
Misalnya, polusi udara pada bayi memiliki risiko dampak tertinggi dari gangguan kesehatan hingga kematian.
Studi global menemukan pencemaran udara menjadi risiko kematian ke-4 tertinggi di seluruh dunia.
Analisis komprehensif pertama tentang dampak global polusi udara menemukan bahwa materi partikulat dari polusi di luar ruangan dan rumah tangga berkontribusi pada kematian hampir 500.000 bayi pada bulan pertama kehidupan mereka.
Penelitian disebutkan dalam laporan terbaru State of Global Air 2020 (SoGA 2020) oleh Health Effects Institute bekerja sama dengan Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME2) di University of Washington, dan University of British Columbia.
Baca juga: Cegah Kebutaan, Bayi Prematur Perlu Jalani Screening
Baca juga: Jangan Bandingkan Berat Badan Bayi Anda dengan Bayi Lain
Studi menunjukkan, hampir dua pertiga dari kematian ratusan ribu bayi tersebut terkait penggunaan bahan bakar padat seperti arang, kayu, dan kotoran hewan untuk memasak.
Secara keseluruhan, paparan polusi udara luar ruang dan rumah tangga dalam jangka panjang juga berkontribusi terhadap lebih dari 6,7 juta kematian tahunan.
Kematian itu akibat stroke, serangan jantung, diabetes, kanker paru-paru, penyakit paru-paru kronis, dan penyakit neonatal di seluruh dunia sepanjang tahun 2019.
Untuk bayi dengan usia muda, sebagian besar kematian terjadi karena komplikasi akibat berat badan lahir rendah dan kelahiran prematur.
Secara keseluruhan, polusi udara sekarang menjadi penyebab kematian dini ke-4 di antara semua risiko kesehatan.
Peringkat itu tepat di bawah kematian akibat merokok dan pola makan buruk, menurut laporan tahunan SoGA 2020.
Baca juga: 5 Hal Penting Memandikan Bayi saat Era New Normal dan Pandemi Virus Corona
Baca juga: 4 Kesalahan Orangtua Baru saat Merawat Bayi
“Kesehatan bayi sangat penting bagi masa depan setiap masyarakat, dan bukti terbaru ini menunjukkan risiko yang sangat tinggi untuk bayi yang lahir di Asia Selatan dan sub-Sahara Afrika,” kata Dan Greenbaum, Presiden HEI seperti dikutip dari siaran pers, Rabu (21/10/2020).
Meskipun telah terjadi penurunan secara perlahan dan stabil dalam ketergantungan rumah tangga pada bahan bakar berkualitas rendah, polusi udara dari bahan bakar terus menjadi faktor kunci kematian bayi usia muda ini.
Peneliti mengingatkan bahwa bayi pada bulan pertama kehidupan sudah berada pada tahap yang rentan.
Telah banyak bukti ilmiah dari berbagai negara yang menunjukkan bahwa paparan partikulat polusi udara selama kehamilan akan berdampak pada berat lahir rendah dan kelahiran prematur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/bayi-tangan1.jpg)