Senin, 4 Mei 2026

Kesehatan

Operasi Hipospadia Boleh Dilakukan Kapan? Ini Penjelasan Dokter Spesialis Anak

Orangtua yang memiliki anak dengan kelainan hipospadia tidak perlu khawatir. Alasannya, tim medis melalui tindakan operasi dapat mengatasinya.

Tayang:
Penulis: Yudistira Wanne |
Warta Kota/Yudistira Wanne
Dokter Spesialis Anak, dr Melisa Anggraeni M Biomed SpA  

WARTAKOTALIVE.COM, CIBINONG - Kelainan hipospadia tergolong langka untuk perempuan yang melahirkan anak-anak berjenis kelamin laki-laki.

Kelainan hipospadia di Indonesia tercatat 1 banding 250 kelahiran untuk anak laki-laki.

Hipospadia adalah kelainan bawaan sejak bayi baru lahir. Posisi lubang kencing tidak berada pada tempatnya atau di tengah penis.

Posisi saluran kencing pada kondisi ini bisa berada di bawah penis, batang penis, atau di bagian testis (buah zakar).

Baca juga: Apa Itu Hipospadia? Orangtua Harus Tahu, Simak Penjelasan Lengkap Dokter Spesialis Anak

Baca juga: Kasus Aprilia Manganang Mencuat, dr Melisa Anggraeni Ajak Para Orangtua Kenali Hipospadia pada Anak

Dokter spesialis anak dr Melisa Anggraeni M Biomed SpA mengatakan bahwa kelainan hipospadia terbagi atas dua kategori yakni ringan dan berat.

Untuk kategori ringan, dapat ditangani dalam beberapa tahapan operasi anak sehingga dapat kembali normal.

Sementara,untuk kategori berat disertai hal lain, maka hipospadia harus melalui beberapa tahapan mulai dari evaluasi hingga tindakan operasi.

Melisa menjelaskan, apabila ditemukan kelainan hipospadia dengan hal lainnya maka orangtua harus mengambil peran untuk menuntun identitas diri sang anak.

"Jadi kalau memang ini disertai dengan adanya hormon seksual, orangtua harus segera membantu anak ini supaya anak-anak dapat mengidentifikasi lebih baik tentang identitas dirinya karena ini menyangkut kehidupan sosialnya yang akan datang," ujarnya.

Baca juga: PP PBVSI Tidak Akan Cabut Penghargaan yang Didapat Aprilia Manganang Selama Menjadi Atlet Voli Putri

Baca juga: Aprilia Manganang Resmi Pria, PP PBVSI Siap Antisipasi Jika Adanya Protes Dari Negara Lain

Orangtua diminta jangan khawatir terhadap hipospadia.

Alasannya, tindakan operasi hipospadia dapat dilakukan pada usia berapa pun.

Menurut dia, operasi lebih cepat baik.

"Kalau ini didapatkan hipospadia, jangan khawatir karena sebenarnya tindakan operasi dapat dilakukan pada berbagai usia. Jadi, lebih cepat lebih baik."

"Apalagi anak-anak memasuki masa puber biasanya rasa percaya dirinya terganggu kalau dia merasa ada sesuatu yang tidak wajar dan berbeda dengan teman-teman sebayanya," ujarnya.

Baca juga: PP PBVSI: Mulai Sekarang Aprilia Manganang Tidak Bisa Lagi Main di Tim Voli Putri

Baca juga: Kronologi Ditetapkannya Aprilia Manganang Mantan Atlet Voli Putri Nasional Sebagai Laki-laki

Tindakan operasi, kata Melisa, tidak akan berdampak buruk bagi penderita kelainan hipospadia.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved