Aksi Terorisme

22 Teroris dari Jatim Bakal Diboyong ke Jakarta, Masih Ada 6.000 Anggota dan Simpatisan di Indonesia

22 tersangka teroris Jaringan Jamaah Islamiah (JI) yang ditangkap di Jawa Timur, bakal segera dibawa ke Jakarta.

Editor: Yaspen Martinus
Wartakotalive.com/M Nur Ichsan Arief
Densus 88 Mabes Polri, memindahkan 26 tersangka aksi terorisme dari Gorontalo dan Makassar ke Mabes Polri di Jakarta, Kamis (4/2/2021). dari 26 orang tersangka, 7 berasal dari Gorontalo dan 19 dari Makassar. Para tersangka merupakan anggota Jamaah Anshorud Daulah yang berafiliasi pada ISIS.. 

"Masih dikembangkan lagi oleh Densus untuk betul-betul kelompok Fahim ini bisa diselesaikan di Jatim," kata Brigjen Rusdi di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (3/3/2021).

Pihaknya akan membawa seluruh tersangka teroris ke Jakarta.

Namun, pihaknya masih tengah terus melakukan pengembangan jaringan tersebut terlebih dahulu.

Baca juga: DAFTAR Terbaru Zona Merah Covid-19 di Indonesia: Tinggal 12, Jawa Tengah Mendominasi

"Nanti kita lihat rencana Densus gimana, kemungkinan akan dibawa ke Jakarta bagaimana."

"Saya rasa kalau dibawa ke Jakarta pun publik akan tahu," tuturnya.

Siapkan Aksi Bom Bunuh Diri

12 tersangka teroris jaringan Jemaah Islamiyah (JI) yang ditangkap di Jawa Timur, merancang sejumlah aksi terorisme.

Salah satunya, membuat bungker senjata.

"Mereka telah melakukan aktivitas-aktivitas berupa latihan bela diri."

Baca juga: 12 Teroris yang Diciduk di Jawa Timur Kelompok Fahim, Terafiliasi ke Alqaeda

"Dan mereka juga sudah merancang bungker yang akan digunakan untuk kegiatan pembuatan senjata maupun bom rakitan," ungkap Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono di Mabes Polri, Jakarta, Senin (1/3/2021).

Brigjen Rusdi menuturkan, tersangka teroris JI Jawa Timur itu juga tengah menyiapkan penyimpanan senjata dan tempat pelarian dalam kegiatan terorisnya.

"Kemudian juga telah mempersiapkan tempat penyimpanan senjata."

Baca juga: Usai Terobos Ring 1 Istana dan Ditendang, Bikers Ini Akhirnya Minta Maaf kepada Paspampres

"Dan juga telah mempersiapkan tempat pelarian setelah melakukan aktivitas terorisme," bebernya.

Menurut Rusdi, seluruh pelaku juga diketahui akan melakukan bom bunuh diri atau amaliah di lokasi tertentu.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved