Partai Politik
Partai Demokrat: Ada Kekuatan Besar di Belakang Moeldoko
Dirinya hanya menyatakan nalar masyarakat diyakini dapat mengetahui siapa orang yang dimaksud, sebagai pemberi kekuatan besar kepada Moeldoko.
WARTAKOALIVE, JAKARTA - Politisi Partai Demokrat Taufiqurrahman menduga ada kekuatan besar lain, terkait kongres luar biasa (KLB) yang menetapkan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko sebagai ketua umum.
Dugaan Taufiq, kekuatan itu bahkan lebih besar dari sosok Moeldoko yang membuat terjadinya KLB di Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat pekan lalu.
"Kalau saja Pak Moeldoko bukan KSP, mungkin masalahnya tidak serumit ini," kata dia di Gedung Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, Jakarta Pusat, Minggu (7/3/2021).
Baca juga: Bareskrim Belum Temukan Unsur Pidana dari 92 Rekening FPI yang Diblokir PPATK
"Saya pribadi menduga, ada kekuatan lain yang besar di belakang Moeldoko yang membackup dirinya," imbuhnya.
Kendati demikian, pria yang juga merupakan bagian dari pengurus DPP Partai Demokrat itu tidak menjelaskan secara detail siapa sosok yang dimaksud.
Dirinya hanya menyatakan nalar masyarakat diyakini dapat mengetahui siapa orang yang dimaksud, sebagai pemberi kekuatan besar kepada Moeldoko.
Baca juga: Polri Belum Bisa Konfirmasi Ali Kalora Tertembak Saat Kontak Senjata dengan Satgas Madago Raya
"Saya belum bisa menjelaskan secara pasti siapa kekuatan besar itu."
"Tapi saya yakin hari ini nalar masyarakat sudah bisa menebak dan mengira siapa sesungguhnya yang berada di balik Moeldoko," tuturnya.
Mengingat posisi Partai Demokrat yang non pemerintah, pihaknya sudah menerka sejak awal akan adanya peran penting pemerintah dalam pengambilalihan kepemimpinan di Partai Demokrat.
Baca juga: PIDATO Lengkap Moeldoko Jadi Ketua Umum Partai Demokrat: Tak Ada yang Tertinggal, Kita Ajak Semuanya
Taufiqurrahman membeberkan, terdapat beberapa sikap politik Partai Demokrat yang berseberangan dengan pemerintah.
Beberapa di antaranya, kata dia, menolak UU Haluan Ideologi Pancasila (UU HIP), dan UU Omnibus Law atau UU Cipta Kerja.
"Itu jelas sikap yang bertentangan dengan pemerintah."
Baca juga: Sahabat Zaim Saidi: Transaksi di Pasar Muamalah Depok Tak Ada Bedanya dengan Pakai e-money
"Oleh karena itu menurut saya, pemerintah hari ini, rezim hari ini sangat berkepentingan untuk merusak Partai Demokrat."
"Karena mereka sangat terganggu dengan sikap politik yang disampaikan oleh Partai Demokrat," ucapnya.
Kata Taufiqurrahman, kejadian yang saat ini dialami partai pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tersebut, bukan semata permasalahan internal.
Baca juga: RESPONS Lengkap SBY Soal KLB Demokrat: 10 Tahun Pimpin Indonesia, Saya Tak Pernah Rusak Partai Lain
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/pidato-politik-perrtama-moeldoko-jadi-ketum-pd.jpg)