Breaking News:

Virus Corona

KPAI Temukan Lima Penyebab Banyak Anak Putus Sekolah Selama Pandemi Covid-19

KPAI Temukan Lima Alasan dan Penyebab Anak Putus Sekolah Selama Pandemi Covid-19. Berikut Selengkapnya

Kompas Images
Anak putus sekolah 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Hasil pengawasan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sejak Januari 2020 sampai awal tahun 2021, menunjukkan adanya peningkatan jumlah anak putus sekolah selama masa pandemi Covid-19.  

Komisioner KPAI Retno Listyarti menuturkan ada lima alasan yang menyebabkan anak putus sekolah. Yaitu karena menikah, bekerja, menunggak Iuran SPP, kecanduan game online dan meninggal dunia. 

Adapun wilayah pantauan adalah Kota Bandung, Kota Cimahi, Kota Bengkulu, Kabupaten Seluma dan Provinsi DKI Jakarta.  

"Pemantauan dilakukan dengan pengawasan langsung untuk Kota Bandung dan Cimahi, dan wawancara secara online dengan guru dan Kepala Sekolah jaringan guru Federasi Serikat guru Indonesia (FSGI)," kata Retno kepada Warta Kota, Sabtu (6/3/2021).  

Baca juga: 20 Persen Anggaran Belanja Modal untuk Tangani Banjir, Wagub DKI: Kami Lebih dari Serius

Pemantauan, katanya, dilakukan pada Februari 2021

"Pandemi covid-19 sudah berlangsung selama setahun, seharusnya pemerintah daerah sudah dapat memetakan permasalahan pendidikan di wilayahnya, sehingga tidak ada peserta didik yang putus sekolah," kata Retno.

“Namun faktanya, KPAI justru menemukan data-data lapangan yang menunjukan angka putus sekolah cukup tinggi, terutama menimpa anak-anak yang berasal dari keluarga miskin," tambah Retno. 

Adapun berdasarkan hasil pantauan KPAI, kata dia selama Januari-Februari 2021 saja sudah menunjukkan angka putus sekolah yang memprihatinkan. 

Baca juga: KPAI Temukan Lima Alasan dan Penyebab Anak Putus Sekolah Selama Pandemi Covid-19

Retno menjelaskan untuk siswa yang putus sekolah karena menikah, jumlahnya mencapai 33 peserta didik dari kabupaten Seluma, Kota Bengkulu dan Kabupaten Bima. 

"Rata-rata siswa yang menikah berada di kelas XII, yang beberapa bulan lagi ujian kelulusan sekolah. Karena masih pembelajaran jarak jauh atau PJJ, maka mayoritas yang sudah menikah tanpa sepengetahuan pihak sekolah," paparnya. 

Halaman
1234
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Dwi Rizki
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved