Ajak Rakyat Benci Produk Luar Negeri, Jokowi: Gitu Aja Ramai
Presiden Jokowi heran pernyataannya soal benci produk dari luar negeri, menjadi ramai.
Target di dalam APBN tahun ini growth pertumbuhan ekonomi kita harus mencapai angka kurang lebih 5 persen. Bukan sesuatu yang mudah, dari minus 2,19.
Dalam kaitan ini, saya minta kita semuanya sekali lagi bekerja keras.
Dan saya minta agar kebijakan perdagangan memberikan kontribusi besar terhadap agenda strategis pemulihan perekonomian nasional kita.
Kita harus bekerja dengan cara-cara baru, karena semuanya memang berubah, meninggalkan cara-cara lama.
Kebijakan perdagangan harus menjamin ketersediaan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau. Ini selalu saya ingatkan.
Dalam negeri ini harus betul-betul urusan stabilitas harga, ketersediaan pasokan harus betul-betul terjamin.
Kemudian juga menghidupkan sektor perekonomian yang sempat terganggu akibat krisis.
Kita harus bekerja lebih detail, sektor-sektor mana yang terganggu dan harus diapakan, apakah diberi insentif ataukah diberi stimulus.
Kemudian, mengundang investasi baru. Kunci growth, kunci pertumbuhan ekonomi kita adalah di investasi.
Karena enggak mungkin kita menambah secara drastis APBN kita. Artinya kuncinya ada di investasi. Serta menciptakan peluang kerja yang sebanyak-banyaknya.
Ini yang ditunggu-tunggu masyarakat. Karena sudah ada sekarang ini hampir 10 juta pengangguran di negara kita, baik karena pandemi dan juga angkatan kerja baru.
Bapak-Ibu hadirin yang saya hormati,
Pertama, perdagangan digital adalah sebuah keharusan dan harus dikembangkan, harus dikelola sebaik-baiknya.
Pemerintah harus menciptakan, kita semua harus menciptakan ekosistem e-commerce yang adil dan bermanfaat.
Transformasi digital harus tetap menjaga kedaulatan dan kemandirian bangsa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/jokowi-mengucapkan-selamat-harlah-ke-95-nahdlatul-ulama.jpg)