Breaking News:

Ajak Rakyat Benci Produk Luar Negeri, Jokowi: Gitu Aja Ramai

Presiden Jokowi heran pernyataannya soal benci produk dari luar negeri, menjadi ramai.

sekretariat negara
Presiden Jokowi mengajak rakyat Indonesia membenci produk luar negeri, saat membuka Rapat Kerja Kementerian Perdagangan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (4/3/2021). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) heran pernyataannya soal benci produk dari luar negeri, menjadi ramai.

Menurutnya, hak kita untuk tidak menyukai produk luar negeri.

"Kemarin saya sampaikan untuk cinta produk Indonesia, untuk bangga terhadap produk Indonesia."

Baca juga: Menkes Budi Gunadi Sadikin: Mutasi Covid-19 B117 Tidak Lebih Fatal, tapi Penularannya Makin Cepat

"Dan boleh saja kita ngomong tidak suka pada produk asing, masa enggak boleh kita enggak suka, kan boleh saja tidak suka pada produk asing, gitu aja ramai."

"Saya ngomong benci produk asing, gitu aja ramai.," kata Jokowi dalam sambutan Rapat Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) masa bakti 2019-2022, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (5/3/2021).

Menurut Presiden, permintaan agar cinta produk dalam negeri dan benci produk asing tersebut, agar perbaikan ekonomi Indonesia melalui peningkatan permintaan tidak hanya menguntungkan produk-produk luar negeri, tapi juga harus meningkatkan konsumsi produk dalam negeri.

Baca juga: Mulai Juli 2021, Menteri Kesehatan Targetkan 1 Juta Orang Divaksin Covid-19 Setiap Hari

"Agar tercipta efek domino, sehingga dorongan untuk menggerakkan roda ekonomi di dalam negeri semakin besar," jelas Jokowi.

Sebelumnya, Jokowi meminta Kementerian Perdagangan menggaungkan ajakan untuk cinta produk dalam negeri.

Hal itu disampaikan presiden dalam pembukaan Rapat Kerja Kementerian Perdagangan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (4/3/2021), berikut ini isi lengkapnya:

Baca juga: Buka Rakornas Penanggulangan Bencana 2021, Jokowi: Jangan Sibuk Buat Aturan, yang Utama Pelaksanaan

Bismillahirrahmanirrahim.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved