Minggu, 10 Mei 2026

Berita Nasional

Orang yang Mendukung Tersebarnya Miras, Ustaz Khalid Basalamah: Terlaknat, Allah Melaknat Khamr

Ustaz Khalid Basalamah mengatakan sebutan untuk orang yang mendukung tersebarnya minuman keras (miras) yakni orang terlaknat.

Tayang:
Editor: PanjiBaskhara
YouTube Khalid Basalamah official
Ustaz Khalid Basalamah mengatakan sebutan untuk orang yang mendukung tersebarnya minuman keras (miras) yakni orang terlaknat. 

Jokowi menerima baik masukkan dari para alim ulama terkait Perpres miras.

Baik dari Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, MUI, ormas islam dan tokoh agama lain yang memberikan saran agar investasi miras tidak dilaksanakan.

Dilihat dari komentar-komentar akun YouTube di akun Sekretariat Presiden, tak sedikit netizen yang menuliskan kata takbir.

Mereka berucap takbir sebagai ungkapan kebahagiaan dan rasa syukurnya atas sudah dicabutnya Perpres miras itu.

Hal itu terlihat di kolom komentar dari video berjudul Keterangan Pers Presiden Jokowi soal Perpres Miras, Istana Merdeka, Selasa 2 Maret 2021 yang diunggah, Selasa (2/3/2021).

"Alhamdulillah, Takbir. terimakasih ya allah, Allahu Akbar. Terimakasih bpk presiden. Semoga bpk presiden selalu dalam lindungan allah swt," tulis akun bernama Deryan Falah.

"Barakallah, dan semoga selalu dalam Shirothol Mustaqiem," tulis komentar dari Didik Noertjahjo

"Takbir. Miras Santika No Way, Terimakasih pak Presiden," lanjut komentar dari Ika Kartika.

"Jika seorang pemimpin masih mendengarkan dan melaksanakan nasehat ulama, insya alloh negeri ini akan mendapat berkah dan rahmat Alloh SWT,"  tulis komentar dari akun bernama TotoSofiSimbahwirasapu.

Mayoritas komentar mendukung langkah Presiden Jokowi, dan mengucapkan terima kasih.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mencabut sebagian lampiran Perpres Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal khususnya yang mengatur investasi minuman beralkohol (miras).

Perpres itu dinilai bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila yang berasaskan ketuhanan di dalamnya.

Kontroversi investasi miras memang santer terdengar sejak sepekan terakhir.

Banyak pihak, termasuk tokoh yang mendukung Jokowi selama ini sangat menyayangkan Perpres tersebut.

Desakan untuk mencabut lampiran perpres itu terus digaungkan terlebih wakil presiden Kiyai Maruf Amin sangat lekat merepresentasikan sosok ulama dari ormas NU.

Sumber: WartaKota
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved