Breaking News:

Kesehatan

Ini Cara Cegah Stunting Sejak Dini: Gizi, Pola Asuh dan Berasuransi

Sosialisasi dan peringatan bahaya stunting bagi anak-anak Indonesia masih terus dilakukan oleh pemerintah agar prevalensinya dapat terus turun.

ISTIMEWA
Sosialisasi dan peringatan bahaya stunting bagi anak-anak Indonesia masih terus dilakukan oleh pemerintah agar prevalensinya yang saat ini sebesar 27,67 persen dapat terus turun.   Foto ilustrasi. 

Asuransi kesehatan katanya berkorelasi dengan masalah stunting. 

Baca juga: Setahun Covid-19, Pedagang Mobil Bekas di Cibinong Banyak yang Bangkrut

Sebab, jika terjadi stunting maka anak akan mudah sakit dan dapat mengalami gangguan fungsi kognitif.  

"Bila disertai dengan kenaikan berat badan yang berlebihan kelak akan lebih berisiko terkena penyakit kronis seperti diabetes, jantung, stroke, dan kanker saat dewasa," ujarnya. 

Untuk itu, tambah Edwin, Anda bisa mempertimbangkan Sequis Q Health Platinum Plus Rider asuransi kesehatan dari Sequis yang bisa dimiliki sejak Tertanggung berusia 1 bulan yang memiliki Batas Manfaat Tahunan Keseluruhan (Batasan manfaat asuransi yang diterima nasabah dalam setahun) yang nilainya hingga Rp1,5 miliar/tahun.

"Adapun stunting dapat  terjadi pada awal kehidupan, yaitu 1.000 hari sejak masa konsepsi hingga anak berusia 2 tahun," ujarnya.

Baca juga: PRESIDEN Cabut Lampiran Perpres Miras, Yusril: Perpres Terkait Investasi Miras Harus Direvisi

Ini berarti, stunting masih dapat dicegah sejak masa kehamilan dengan melakukan deteksi stunting melalui pemeriksaan USG secara rutin. 

Dokter Spesialis Gizi Klinik RSIA Bina Medika Bintaro, dr. Amalia Primahastuti, Sp.GK mengatakan, demi menghindari terjadinya pertumbuhan janin yang terhambat, maka ibu hamil harus dalam kondisi tidak undernutrition (kekurangan gizi), juga harus terhindar dari infeksi selama hamil agar tidak terjadi kelahiran prematur. 

"Dengan melakukan pemeriksaan maka dapat diketahui apakah pertumbuhan janin sudah sesuai dengan usia," ujarnya.

Kemudian setelah lahir, katanya deteksi dini dapat dilakukan dengan secara rutin mengukur berat dan panjang atau tinggi badan setiap bulannya pada usia 0 sampain12 bulan dan setiap 3 bulan pada usia 1 sampai 3 tahun.

Baca juga: Ridwan Kamil Terkejut, Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Minta Percepatan Program Citarum Harum

"Agar ibu hamil tidak kekurangan gizi, harus mengonsumsi makanan bergizi seimbang serta suplemen yang dibutuhkan selama hamil untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ibu dan janin," kata dia.

Halaman
1234
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved