Senin, 20 April 2026

Kesehatan

Ini Cara Cegah Stunting Sejak Dini: Gizi, Pola Asuh dan Berasuransi

Sosialisasi dan peringatan bahaya stunting bagi anak-anak Indonesia masih terus dilakukan oleh pemerintah agar prevalensinya dapat terus turun.

Penulis: Budi Sam Law Malau |
ISTIMEWA
Sosialisasi dan peringatan bahaya stunting bagi anak-anak Indonesia masih terus dilakukan oleh pemerintah agar prevalensinya yang saat ini sebesar 27,67 persen dapat terus turun.   Foto ilustrasi. 

Ini berarti, stunting masih dapat dicegah sejak masa kehamilan dengan melakukan deteksi stunting melalui pemeriksaan USG secara rutin. 

Dokter Spesialis Gizi Klinik RSIA Bina Medika Bintaro, dr. Amalia Primahastuti, Sp.GK mengatakan, demi menghindari terjadinya pertumbuhan janin yang terhambat, maka ibu hamil harus dalam kondisi tidak undernutrition (kekurangan gizi), juga harus terhindar dari infeksi selama hamil agar tidak terjadi kelahiran prematur. 

"Dengan melakukan pemeriksaan maka dapat diketahui apakah pertumbuhan janin sudah sesuai dengan usia," ujarnya.

Kemudian setelah lahir, katanya deteksi dini dapat dilakukan dengan secara rutin mengukur berat dan panjang atau tinggi badan setiap bulannya pada usia 0 sampain12 bulan dan setiap 3 bulan pada usia 1 sampai 3 tahun.

Baca juga: Ridwan Kamil Terkejut, Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Minta Percepatan Program Citarum Harum

"Agar ibu hamil tidak kekurangan gizi, harus mengonsumsi makanan bergizi seimbang serta suplemen yang dibutuhkan selama hamil untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ibu dan janin," kata dia.

Zat gizi terbagi menjadi 2, yaitu makro (karbohidrat, protein, dan lemak) dan mikro (vitamin dan mineral). 

Sedangkan untuk anak, Dr. Amalia menyarankan agar bayi di bawah usia 6 bulan sebaiknya diberikan ASI eksklusif.

Sebab, ada banyak manfaat ASI eksklusif yang bisa didapatkan sebagai asupan nutrisi pada bayi.

Baca juga: KABAR BAIK! Keterisian Tempat Tidur di Ruang Isolasi Pasien Covid-19 Berangsur Menurun

Pola asuh juga menjadi salah satu cara mencegah stunting, yaitu praktek pemberian makan, imunisasi, stimulasi, dan kebersihan. 

“Praktek pemberian makan dengan cara mengonsumsi makanan bergizi seimbang selama hamil, melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) saat anak lahir, pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama, dan dilanjutkan dengan pemberian MPASI saat anak berusia 6 bulan," kata dia.

Selain itu menurutnya Ibu juga perlu membawa anak ke posyandu atau fasilitas kesehatan lainnya agar anak dapat di imunisasi sesuai jadwal.  

Aspek kebersihan, yaitu  menggunakan air bersih saat MCK, untuk masak dan minum serta cuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

"Kebersihan sangat penting bagi ibu hamil dan menyusui, terlebih saat pandemi karena berisiko terkena penyakit infeksi termasuk virus covid-19. Pada masa pandemi juga kemungkinan semakin banyak anak yang berisiko mengalami stunting karena terbatasnya akses makanan dan layanan kesehatan," kata dr. Amalia

Jika anak yang dilahirkan terlanjur stunting, dr. Amalia menyarankan orang tua membawa anak ke rumah sakit untuk mendapatkan terapi.  

"Pada stunting fase awal, terapi dapat dilakukan karena cukup terbukti ada anak-anak yang menjalankan terapi, mampu kembali ke tinggi normalnya," kata dia. 

Sumber: WartaKota
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved