Breaking News:

Bantah Ada Konsultasi dengan Bareskrim Saat Laporkan Jokowi, GPI: Mereka Tak Mau Debat

Ia menyebut saat itu tidak ada konsultasi antara pihaknya dengan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Bareskrim Polri.

TRIBUNNEWS/IGMAN IBRAHIM
Gerakan Pemuda Islam (GPI) melaporkan Presiden Jokowi dan Gubernur NTT Viktor Laiskodat ke Bareskrim Polri, atas dugaan pelanggaran protokol kesehatan, Jumat (26/2/2021). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Ketua Bidang Hukum dan HAM Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda Islam (GPI) Fery Dermawan membantah penjelasan Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono, terkait pelaporan Jokowi ke Bareskrim, Jumat (26/2/2021) lalu.

Ia menyebut saat itu tidak ada konsultasi antara pihaknya dengan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Bareskrim Polri.

“Konsultasi yang mana? Di SPKT kita hanya dipersilakan menyampaikan maksud dan tujuan."

Baca juga: Tolak Dua Laporan Soal Kerumunan Jokowi di NTT, Polri: Tak Ada Pelanggaran Hukum dalam Peristiwa Itu

"Kemudian dimintai kelengkapan bukti, setelah kita serahkan kemudian kita diminta melampirkan bukti kalau ada ajakan dari terlapor untuk berkerumun,” kata ketua Bidang Hukum dan HAM PP GPI, Senin (1/3/2021).

Fery mengaku, sempat ada sedikit adu pendapat terkait barang bukti yang diajukan.

Saat itu pihak SPKT meminta PP GPI memberikan bukti ada ajakan untuk berkerumun, hingga terjadi kerumunan saat kunjungan Presiden ke NTT yang videonya viral di dunia maya.

Baca juga: Minta Maaf Usai Jadi Tersangka, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah: Demi Allah, Saya Tidak Tahu Apa-apa

“Kami menyampaikan pendapat bahwa bukti ajakan itu tidak penting."

"Karena dalam video, jelas kerumunan yang melanggar prokes itu dibiarkan."

"Dan Presiden malah membagi-bagikan suvenir di kerumunan itu,” imbuhnya.

Baca juga: Syarief Hasan: Kalau Ada KLB Partai Demokrat, Itu Abal-abal, Halusinasi Saja

Menurut penjelasan Fery, usai mendengar jawaban itu, pihak SPKT mengaku tidak bersedia beradu pendapat terkait bukti awal.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved