Breaking News:

Relaksasi Pajak

Pajak Pembelian Mobil Baru Turun Hingga Nol Persen, Ini Harapan Pelaku Usaha Otomotif

Industri otomotif termasuk sektor usaha yang hingga kini belum lepas dari dampak Covid-19.

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Feryanto Hadi
Wartakota/Hironimus Rama
Berly Berliandi, Branch Manager Suzuki Cibubur 

WARTAKOTALIVE.COM, CILEUNGSI - Kondisi perekonomian saat ini belum menentu karena Covid-19 yang masih mengancam.

Hal ini juga berdampak pada berbagai sektor industri yang masih gamang dengan prospek pertumbuhan tahun ini.

Industri otomotif termasuk sektor usaha yang hingga kini belum lepas dari dampak Covid-19.

“Tahun ini belum tahu ke mana arah industri otomotif. Vaksin memang memberi sedikit harapan untuk pemulihan ekonomi. Namun masih belum pasti,” kata Berly Berliandi, Branch Manager Suzuki Cibubur, Sabtu (27/2/2021).

Berikut Data Lengkap Mobil yang Kena Penghapusan Pajak, Potongan Harga Sampai Puluhan Juta Rupiah

Untuk mendorong pertumbuhan industri otomotif, pemerintah memberikan insentif  dengan menurunkan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) hingga nol persen.

Namun kebijakan ini dinilai pelaku usaha otomotif justru membuat penjualan kendaraan menjadi tidak stabil.

“Sebetulnya PPnBM nol persen membuat penjualan mobil fluktuatif. Itu kan hanya 3 bulan, Maret - Mei. Sementara dari Juni - Agustus diakon PPnBM hanya 50 persen,” kata Berly kepada Wartakotalive.com, Sabtu (27/2/2021).

Sejumlah Indikator Memperlihatkan Bisnis Penjualan Apartemen Akan Bergairah di Tahun 2021

Baca juga: Kena Relaksasi PPnBM, Harga Baru Suzuki All New Ertiga dan XL7 Segera Rilis

Menurut dia, aturan ini membuat pasar otomotif menjadi kurang stabil.

“Tiga bulan ke depan mungkin penjualan mobil agak naik karena PPnBM nol persen. Tetapi begitu PPnBM naik 50 persen lagi , orang tahan lagi untuk beli mobil. Jadi masih belum jelas nih,” paparnya.

Kalau lihat situasi ekonomi dan pergerakan pasar, lanjut dia, sektor otomotif tahun ini sepertinya  tidak lebih baik dati tahun kemarin.

Baca juga: Perkiraan Harga Xpander dan Xpander Cross 2021 dengan Relaksasi PPnBM Nol Persen

“Masih berat tahun ini. Kondisi ekonomi masih serba tidak pasti,” tutur Berly.

Sebagai informasi, pemerintah memberikan relaksasi bagi sektor otomotif dengan menurunkan tarif PPnBM.

PPnBM nol persen diberikan pada Maret-Mei, lalu PPnBM 50 persen pada Juni-Agustus, dan PPnBM 25 persen pada September-November 2021.

Lalu, kendaraan apa saja yang masuk ke dalam daftar penerima relaksasi PPnBM dari Pemerintah? Berikut rangkum Warta Kota:

1. Toyota Avanza.
2. Toyota Rush.
3. Toyota Yaris.
4. Toyota Vios.
5. Toyota Sienta.
6. Toyota Raize (menunggu peluncuran resmi).
7. Daihatsu Xenia.
8. Daihatsu Luxio.
9. Daihatsu Gran Max (minibus).
10. Daihatsu Terios.
11. Daihatsu Rocky (menunggu peluncuran resmi).
12. Mitsubishi Xpander.
13. Mitsubishi Xpander Cross.
14. Nissan Livina.
15. Suzuki New Ertiga.
16. Suzuki XL-7.
17. Honda Brio RS.
18. Honda Mobilio.
19. Honda BR-V.
20. Honda HR-V.
21. Wuling Confero.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved