Breaking News:

Narkotika

Sat Narkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta Bongkar Sindikat Narkotika dari Malaysia

Jajaran Polresta Bandara Soekarno-Hatta, berhasil membongkar peredaran narkotika. Mereka membekuk 10 orang pelaku jaringan Malaysia.

Warta Kota/Andika Panduwinata
Jajaran Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang berhasil membongkar peredaran narkotika. Mereka membekuk 10 orang pelaku pengedaran narkoba jaringan Malaysia. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Jajaran Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang berhasil membongkar peredaran narkotika. Mereka membekuk 10 orang pelaku jaringan Malaysia

Hal itu diungkapkan langsung oleh Kapolresta Bandara Soetta, Kombes Adi Ferdian Saputra.

Ia menjelaskan kasus tersebut berawal dari adanya lima penumpang pesawat dari Aceh menuju Lombok melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang mencurigakan pada Rabu (6/1/2021). Kelima orang itu di antaranya LH, LS, RH, IA, dan JDL. 

"Petugas Avsec saat itu melihat lima penumpang tersebut mencurigakan saat melewati X-Ray Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta," ujar Adi, Kamis (25/2/2021).

Saat diperiksa, ternyata kelima penumpang tersebut membawa narkoba jenis sabu dengan cara dimasukkan ke dalam dubur.

Kelima penumpang tersebut, masing-masing membawa 200-300 gram Sabu. 

"Lalu, setelah dilakukan pengembangan, ternyata didapatkan satu orang perekrut kelima kurir tersebut yang berinisial MA. Satu orang pengendali berinisi WD, dan tiga orang bandar narkotika berinisial MT, LM, dan JDA di wilayah Aceh dan NTB," ucapnya.

Baca juga: Massa Gelar Aksi di Kantor Kanwilkumham DKI Jakarta Soroti Dugaan Napi Terlibat Bisnis Narkotika

Baca juga: Masih Ada Napi Terlibat Jaringan Narkotika, Trubus Minta Yasonna Evaluasi Kinerja Kakanwilkumham DKI

Baca juga: Sebelum Meninggal Dunia, Maradona Tidak Konsumsi Alkohol dan Narkotika

Baca juga: VIDEO Catherine Wilson Terima Dijerat Pasal Pengedar Narkotika

Para tersangka bertugas sebagai perekrut serta pengendali kurir, dan biasa beroperasi di wilayah NTB.

Para kurir juga mendapatkan upah yang fantastis yaitu sebesar Rp 20 juta dalam sekali pengantaran. 

Namun, aksinya tersebut harus terhenti dan para tersangka dijerat pasal 114 ayat 2, pasal 112 ayat 132, dan atau pasal 137 huruf a dan b dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana seumur hidup, atau paling singkat 6 tahun. 

"Para tersangka bisa diancam dengan hukuman mati atau seumur hidup," kata Kasat Reserse Narkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta Kompol Ade Candra. 

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Valentino Verry
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved