Kasus Penembakan

Doran, Pegawai Kafe Korban Penembakan Bripka CS,Tulang Punggung Keluarga Tinggalkan Istri dan 2 Anak

Doran Manik, korban penembakan Bripka CS merupakan tulang punggung bagi keluarga kecilnya yang terdiri dari seorang istri dan dua orang anak.

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Mohamad Yusuf
Wartakotalive.com/Junianto Hamonangan
Tiga jenazah korban penembakan di kawasan Cengkareng, Jakarta Baratdibawa meninggalkan Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (25/2/2021) malam.  

WARTAKOTALIVE.COM, KRAMATJATI - Keluarga korban penembakan oknum anggota Polri Bripka Cornelius Siahaan di sebuah kafe di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat tidak kuasa menahan kesedihan yang mendalam. 

Salah satunya adalah keluarga Doran Manik (39), korban penembakan yang bekerja jadi pegawai kafe di lokasi kejadian.

Keluarga mengenal korban sebagai pribadi yang baik. 

Baca juga: Jokowi ke Maumere Sebabkan Kerumunan Warga, Netizen Bandingkan Kasus Habib Rizieq, Ini Kata Istana

Baca juga: Dicopot Anies karena Kasus Kerumunan Habib Rizieq, Kini Bayu Meghantara Dilantik jadi Kabiro ORB DKI

Baca juga: Anies Copot Kepala Dinas Sumber Daya Air, Terkait Banjir Cipinang Melayu dan Kemang?

Mertua Doran, Marupa Rumahorbo mengatakan menantunya itu merupakan tulang punggung bagi keluarga kecilnya yang terdiri dari seoramg istri dan dua orang anak. 

“Orangnya itu baik sekali. Misalnya bicara keras (marah) orang ini tidak pernah saya lihat,” ucap Marupa, Kamis (25/2/2021). 

Marupa pun kaget saat mengetahui menantunya yang bekerja sebagai kasir itu menjadi salah satu korban penembakan yang dilakukan oleh oknum Polisi dari Polsek Kalideres. 

"Makannya saya tadi pagi kaget mendengar telepon itu (kabar duka)," kata Marupa. 

Marupa menceritakan korban yang tinggal di Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat itu belum lama bekerja di kafe tersebut. Doran baru bekerja sebagai kasir selama 6 bulan terakhir. 

Marupa pun berharap selain mendapat hukuman setimpal, Bripka CS harus membiayai anak-anak korban yang masih kecil.

Pasalnya anak pertama Doran masih 9 tahun dan anak keduanya 2 tahun.

Baca juga: Garuda Tetap Terbangkan 10 Pesawat B777, Meski Boeing Minta Tangguhkan karena Insiden Mesin Terbakar

Baca juga: BREAKING NEWS: Anies Rombak 13 Pejabat di Antaranya Wali Kota Jakut, Wali Kota Jakpus, dan Kadis SDA

Baca juga: Mencekam, Dua Warga Terjebak Banjir di Pebayuran Kabupaten Bekasi, Mengapung hanya Pakai Ember

"Karena korban adalah tumpuan keluarga. Kalau bapaknya meninggal anaknya mau makan apa? Perlu (biaya) sekolah," kata Marupa. 

“Makanya saya harap siapa pun yang melakukan (penembakan) ini agar tanggung jawab menyekolahkan anak-anaknya, itu permintaan keluarga,” sambungnya.

Adapun jenazah Doran rencananya dimakamkan di kampung halaman di Lampung setelah proses otopsi di Ruang Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur rampung.

Pastikan Dipidana

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran memastikan bahwa pihaknya akan memproses hukum secara pidana Bripka CS yang melakukan penembakan hingga mengakibatkan tiga orang tewas di Cengkareng, Kamis (25/2/2021) dinihari.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved