Breaking News:

Ariza Minta Panitia Evaluasi Pelaksanaan Vaksin Lansia yang Timbulkan Kerumunan

Politisi Partai Gerindra ini meyakini, persoalan itu akan diselesaikan dengan baik oleh panitia penyelenggara.

Wartakotalive/Desy Selviany
Maria Ibrahim (64) jalani pemeriksaan sebelum mendapatkan vaksinasi Covid-19 untuk lansia di RSUD Kembangan, Senin (22/2/2021) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta kepada panitia penyelenggara vaksinasi Covid-19 di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat untuk mengevaluasi kegiatan itu. Hal tersebut menyusul adanya antrean lansia yang akan divaksinasi Covid-19, sehingga terjadi kerumunan yang memicu penyebaran virus.

“Vaksinasi ini kan program yang kami dukung dan dilakukan bersama. Namun demikian, program yang baik ini harus tetap memenuhi protokol kesehatan dan 3M. Dalam prosesnya tadi, sebanyak 500 orang tidak diatur sedemikian sehingga terjadi kerumunan, lalu kapolsek membubarkan kerumunan agar diatur kembali,” kata Ariza di Balai Kota DKI pada Selasa (23/2/2021).

“Ke depan kami minta panitia yang menyelenggarakan vaksin di Pasar Tanah Abang agar mengatur secara teknis dan detail. Umpamanya, kedatangan calon yang akan menerima vaksin itu diatur jamnya. Jangan sekadar dibagikan kupon hari dan tanggalnya saja, tapi jam diatur misalnya jam 8-9 dan jam 9-10 sehingga tidak terjadi kerumunan,” tambahnya.

Baca juga: Belum Genap Setahun Berdiri, MG Motor Indonesia Dirikan 14 Dealer

Baca juga: Lothar Matthaus Sarankan Erling Haaland Gabung Bayern Munchen Atau Hengkang dari Bundesliga

Menurut dia, persoalan kerumunan di Tanah Abang sebetulnya sangat sederhana. Politisi Partai Gerindra ini meyakini, persoalan itu akan diselesaikan dengan baik oleh panitia penyelenggara.

“Apa yang dilakukan Kapolsek Tanah Abang dan jajaran sangat baik dan menjadi pembelajaran bagi semua dalam rangka pelaksanaan vaksin, agar tetap mengatur sedemikian pelaksanaannya sesuai dengan protokol kesehatan,” jelas Ariza.

Meski persoalan sederhana, namun Ariza menganggap kerumunan itu tidak boleh dianggap enteng. Kata dia, membagikan kupon vaksin harus diatur dari kapasitas ruangan, jumlah penerima vansin dan waktu pelaksanaan vaksin.

“Lalu dibagi beberapa gelombang, kan besok (Rabu, 24/2/2021) langsung diatur kembali. Kemudian pedagang Tanah Abang juga bersabar, kan ada 10.000 lebih. Jumlahnya banyak sekali, total sementara diperkirakan 300.000 pedagang se-Jakarta pedagang,” ungkapnya.

Kata dia, animo masyarakat di Jakarta terhadap vaksinasi Covid-19 sangat tinggi. Namun dari 300.000 pedagang itu, pemerintah tidak dapat melaksanakan vaksinasi sekaligus secara bersamaan, sehingga dilakukan secara bertahap.

“Kami sudah mengatur ya, pada saatnya pedagang di tempat lain akan mendapatkan giliran. Termasuk lansia mendapat giliran, semua tenaga pelayanan publik, wartawan dan lain-lain akan mendapat giliran,” ucapnya.

Baca juga: Mampu Berinovasi di Tengah Pandemi, Marindo Elang Perkasa Diganjar Indonesia Inspire Award 2021

Baca juga: Mampu Berinovasi di Tengah Pandemi, Marindo Elang Perkasa Diganjar Indonesia Inspire Award 2021

Seperti diketahui, Tim Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Tanah Abang membubarkan ribuan pedagang pasar Tanah Abang yang berkerumun saat mengenatre untuk mendaftar vaksinasi. Pembubaran dilakukan menggunakan alat pengeras suara di lantai 8 Blok A Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.

“Hari ini adalah vaksin keenam (di Pasar Tanah Abang -red), tetapi antreannya mengular, membludak, dan tidak sesuai protokol kesehatan,” kata Kapolsek Tanah Abang Kompol Singgih Hermawan.

Singgih lalu berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk membubarkan kerumunan dan untuk sementara proses vaksinasi dihentikan. “Sekarang para nakes sudah pulang, sudah sepakat dihentikan. Para pedagang tidak teratur lagi,” ujarnya.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Agus Himawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved