PSBB Jakarta
Anies Baswedan: Hujan Ekstrem Landa Jabodetabek, DKI Perpanjang PSBB hingga 8 Maret 2021
Anies Baswedan menyatakan, masyarakat tak boleh lengah dan harus tetap disiplin 3M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak).
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan bahwa masyarakat tak boleh lengah dan harus tetap disiplin 3M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak).
Masyarakat tak boleh lengah dan harus tetap disiplin 3M, kata Anies Baswedan sebagaimana dikutip Antara, Senin (22/2/2021), meskipun terjadi penurunan, baik itu kasus aktif, tingkat keterisian tempat tidur isolasi, maupun ICU.
Terlebih tantangan untuk mempertahankan laju penurunan kasus aktif ini bertambah ketika hujan ekstrem yang melanda Jabodetabek dalam beberapa hari belakangan.
Video: Anies Takziah ke Rumah Bocah Tenggelam di Kembangan, Sampaikan Belasungkawa
Hujan ekstrem itu menyebabkan genangan, sehingga menuntut sebagian warga Jakarta untuk berada di tempat pengungsian.
"Kami di Pemprov DKI menyiapkan berbagai posko pengungsian dengan protokol kesehatan yang ketat, fasilitas untuk testing bagi pengungsi yang bergejala, bahkan tenda isolasi terkendali bagi yang ditemukan positif," tutur Anies.
Meski tren menunjukkan penurunan yang cukup signifikan, Anies juga menegaskan bahwa pihaknya tetap akan meningkatkan kemampuan pengujian, penelusuran, dan perawatan.
Baca juga: Anies Sebut RW 04 Cipinang Melayu Bebas Banjir, Ketua Fraksi Golkar DKI: Ada Salah Informasi
Baca juga: Anies: Alhamdulillah Banyak Warga yang Sudah Kembali ke Rumah
Hal itu dilakukan dengan cara meningkatkan jumlah testing, menggalang kordinasi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk melakukan tracing, serta terus meningkatkan kapasitas ketersediaan ICU dan tempat isolasi terkendali, yang di dalam hal ini hotel maupun RSD Wsma atlet.
"Keberadaan tempat isolasi terkendali ini sangat membantu untuk menekan penyebaran virus, apalagi klaster keluarga masih mendominasi jumlah klaster yang di Jakarta. Sehingga saat ada yang terpapar lalu diisolasi maka akan menurunkan resiko menularkan virus ke anggota keluarga lainnya," ucap Anies.
DKI Jakarta memperpanjang pembatasan sosial berskala besar (PSBB) hingga 8 Maret 2021 dengan tujuan menekan laju penurunan kasus aktif sekaligus menjaga penurunan keterisian tempat tidur isolasi di Jakarta.
Baca juga: VIDEO Gubernur Anies Bersyukur 24 Jam Banjir Cengkareng Surut
Langkah ini diambil oleh Pemprov DKI berdasarkan data yang dihimpun Dinas Kesehatan DKI Jakarta yang menunjukkan bahwa perpanjangan PSBB yang sebelumnya dilaksanakan per tanggal 7—22 Februari 2021 mampu menekan laju kasus aktif di Jakarta.
Penurunan
Sebelumnya, Kepala Dinkes Provinsi DKI Jakarta Widyastuti, Senin (22/2/2021) malam memaparkan, ada penurunan jumlah kasus aktif per 7 Februari 2021 laju kasus aktif di DKI Jakarta sebesar 23.869 dan turun secara signifikan per 21 Februari 2021, yakni sebesar 13.309.
"Laju kasus aktif yang tampak menurun ini juga disumbang oleh peningkatan kesembuhan pasien positif Covid-19, per 7 Februari 2021 sebesar 265.359 dengan persentase kesembuhan 90,3 persen, meningkat per 21 Februari 2021 sebesar 310.412 dengan persentase 94,5 persen dari persentase kesembuhan nasional yang berada pada 85 persen," ujar Widyastuti dalam keterangannya.
Baca juga: VIDEO Tinjau Wilayah Banjir di Cengkareng, Anies Sebut Bisa Surut 24 Jam Setelah Turunkan 24 Pompa
Sejalan dengan penurunan kasus aktif tersebut, tingkat keterisian (BOR), baik itu tempat tidur isolasi maupun ICU, juga terus mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir yang disebutnya menunjukkan perawatan dan langkah Pemprov DKI untuk menambah kapasitas tempat tidur isolasi dan ICU sangat efektif meningkatkan kesembuhan pasien.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/anies-didampingi-petugas-bpbd-dki-dan-pejabat-pemkot-jaksel.jpg)