Virus Corona
Berita Populer Virus Corona 21 Febuari 2021: Dari Antrean Lansia Mengular Sampai PPKM Efektif
Seperti apa perkembangan vaksinasi covid-19. Mari simak berita populer tentang virus corona yang ada di wartakotalive.com.
WARTAKOTALIVE.COM, KEMBANGAN - Apa saja berita populer tentang vaksinasi covid-19 atau tentang virus corona di wartakotalive.com?
Mari kita simak daftarnya:
1. ANTREAN LANSIA MENGULAR
Antrean untuk vaksin Covid-19 lansia mengular di RSUD Kembangan, Jakarta Barat, Minggu (21/2/2021).
Antrean vaksinasi Covid-19 lansia itu sudah terjadi sejak pukul 05.00 WIB.
Video antrean vaksinasi Covid-19 lansia itu viral di pesan WhatsApp.
Baca juga: Viral Perempuan Muda Berjalan di Toko Tasikmalaya hanya Menggunakan Pakaian Dalam, Bikin Heboh Warga
Baca juga: PERHATIAN! Pemprov DKI Lipat Gandakan Sanksi Penolak Vaksin Covid-19, Ini Penjelasan Wagub DKI Ariza
Baca juga: Viral Video Ribuan Ikan Lele Berhamburan di Pinggir Jalan Grand Alam Sutera Serpong, Warga Berebutan
Seorang pria merekam video antrean yang mengular tersebut.
Terlihat antrean sudah dimulai sejak depan pintu hingga luar RSUD Kembangan.
Para lansia terlihat berdiri mengantre di sepanjang jalan depan RSUD Kembangan.
"Ini adalah antrean vaksinasi di RSUD Kembangan, Jakarta Barat. Sudah terjadi sejak pukul 05.00 WIB," ujar pria dalam video tersebut.
Disebutkan bahwa masih banyak lansia yang belum mendapatkan nomor antrean meski sudah berjam-jam mengantre.
Sementara yang sudah mendapatkan nomor antrean sudah mencapai hingga nomor 157.
Camat Kembangan Joko Mulyono membenarkan kejadian itu terjadi di RSUD Kembangan.
Joko mengatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kasudin Kesehatan Jakarta Barat terkait antrean tersebut.
Baca juga: Kisah Hendi, Selama 2 Tahun Diteror Ribuan Pesan Porno Lewat WhatsApp hingga Hampir Diceraikan Istri
Baca juga: LOWONGAN KERJA Relawan Tenaga Kesehatan DKI Jakarta, Ada 11 Posisi, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
Baca juga: Propam Dalami Kemungkinan Kompol Yuni Purwanti Bagian Pengedar Narkoba
"Iya betul itu di RSUD Kembangan Minggu (21/2/2021) pagi. Kami sudah koordinasi dengan Kasudin Kesehatan Jakarta Barat," terangnya dikonfirmasi lewat pesan WhatsApp.
Namun Joko tidak menjelaskan rinci terkait koordinasi tersebut.
Sementara itu Kasudin Kesehatan Jakarta Barat Kristi Wathini tidak menjawab telepon dan pesan yang dikirimkan Wartakotalive.com sampai berita ini dimuat.
2. PPKM MIKRO TEKAN ANGKA COVID
Sementara itu, PPKM Mikro diakui oleh Presiden Jokowi lebih efektif tekan penambahan kasus Covid-19 di Indonesia.
Akhir-akhir ini penambahan kasus Covid-19 di Indonesia menurun pascakebijakan PPKM Mikro.
Saat ini pemerintah tidak lagi menggunakan istilah pembatasan sosial berskala besar atau PSBB, tetapi menggantinya dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM berskala mikro.
Video: Kasus Vaksinasi Covid-19 Selebgram Helena Lim, Polda Metro Jaya Dalami Keterlibatan Nakes
PPKM Mikro diterapkan di Indonesia menggantikan kebijakan sebelumnya, yakni pembatasan sosial berskala besar atau PSBB.
Pemerintah terus berupaya untuk menurunkan angka kasus positif untuk mengendalikan pandemi Covid-19 melalui sejumlah kebijakan, antara lain berupa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro.
Penerapan kebijakan yang telah dimulai sejak 9 Februari 2021 tersebut didasari oleh hasil evaluasi pemerintah terhadap kebijakan pembatasan dengan cakupan wilayah yang sebelumnya lebih luas.
Baca juga: UPDATE Tinggi Muka Air Minggu: Pintu Air Angke Hulu Siaga 1, Banjir Masih Ancam Jakarta
Baca juga: UPDATE Banjir Jakarta Minggu, BPBD DKI: Pintu Air Angke Hulu Masih SIAGA 1, Sunter Hulu Siaga 2
Saat berbincang dengan para pemimpin redaksi media nasional di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 17 Februari 2021, Presiden Joko Widodo mengungkapkan alasan pemerintah menerapkan pembatasan dengan lingkup yang lebih kecil.
Rekaman video perbincangan Presiden dengan pemimpin redaksi media nasional itu ditayangkan Youtube Sekretariat Presiden, Sabtu (20/2/2021).
"Kenapa saya ngomong di awal minggu itu PPKM tidak efektif? Ya karena memang kurvanya tidak ada yang melandai turun. Tetapi yang kedua kelihatan sekali sudah turun. Yang ketiga ini turun lagi. Kasus aktif juga kalau kita ingat, mungkin tiga minggu yang lalu, itu masih di angka-angka 14 ribu bahkan 15 ribu. Sekarang minggu-minggu terakhir kemarin ini, sudah di 8 ribu-9 ribu," kata Presiden.
Baca juga: WANITA EMAS Bagi-bagi Uang Bagi Korban Banjir di Cipinang Melayu Dibubarkan Petugas, Ini Alasannya
Menurut Presiden, pembatasan dengan lingkup kecil akan lebih efektif dibandingkan dengan lingkup yang luas.
Presiden mencontohkan, jika hanya ada satu orang di satu RT yang terinfeksi Covid-19, maka cukup RT tersebut yang dikarantina.
"Awal-awal sebetulnya juga saya sudah sampaikan, PSBB skala mikro. Karena enggak efektif. Wong yang merah itu satu RT kok, yang di-lockdown, di-PSBB-kan satu kota, ekonominya dong yang kena. Kalau yang kena satu kelurahan, ya sudah satu kelurahan itu saja yang diisolasi, dikarantina, tapi bukan satu kota," jelasnya.
Kebijakan serupa PPKM skala mikro juga telah diterapkan di negara lain selain Indonesia, antara lain di India.
Baca juga: PRIMBON JAWA: Ini Alasan Weton Sabtu Pahing Sangat Disegani dan Berwibawa di Lingkungannya
Kepala Negara menyebut bahwa India berhasil menekan kasus aktif bukan melalui kebijakan lockdown secara luas, melainkan lockdown dalam skala mikro.
"Meskipun awal-awal India itu lockdown total. Sehingga kok India sekarang ganti ini? Ternyata strateginya sama, PPKM skala mikro," paparnya.
Presiden memandang bahwa Indonesia memiliki kekuatan untuk menjalankan kebijakan tersebut, yakni perangkat pemerintahan hingga unsur terkecil di tingkat RT/RW, maupun perangkat aparat keamanan dari TNI-Polri melalui Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
Hal tersebut diyakini akan sangat membantu pelaksanaan PPKM skala mikro.
Baca juga: Dewi Tanjung Desak Presiden Pecat Novel Baswedan, Tujuannya Biar Negara Bebas dari Korupsi
"Saya melihat kekuatan kita itu memiliki desa yang ada RT/RW-nya dan di situ ada yang namanya Babinsa dan Bhabinkamtibmas, ini yang semua perangkat itu yang kita pakai sekarang ini. Memang kalau nanti kita di _dashboard_ kita sudah sampai ke level RT, itu memudahkan sekali," jelasnya. (Antaranews)