Breaking News:

Vaksinasi Covid19

PERHATIAN! Pemprov DKI Lipat Gandakan Sanksi Penolak Vaksin Covid-19, Ini Penjelasan Wagub DKI Ariza

Vaksin Covid-19 merupakan sebuah keharusan untuk diikuti oleh seluruh warga, kecuali anak kecil dan orang yang memiliki riwayat penyakit tertentu.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Mohamad Yusuf
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Tampak seorang tenaga medis mendapat vaksin Covid-19 di Puskesmas Kecamatan Kramatjati, Jakarta Timur, Kamis (14/1/2021). Penolak vaksin Covid-19 di Jakarta bakal dikenakan sanksi berlipat. 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Penolak vaksin Covid-19 di Jakarta bakal dikenakan sanksi berlipat.

Mereka tidak hanya dijerat denda Rp 5 juta, tapi bantuan sosial (bansos) yang diberikan pemerintah pusat juga bakal dihentikan.

Sanksi itu tercantum dalam dua regulasi, yaitu Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 tahun 2020 tentang Penanggulangan Corona Virus Disease (Covid-19).

Tak dapat Ruang ICU,Keluarga Pasien Covid-19 Disodorkan Surat Pernyataan tak Menuntut jika Meninggal

Melanie Subono Siap Bantu Warga yang Butuh Susu Bayi, Bayar Kontrakan, hingga Listrik,Begini Caranya

Lowongan Kerja di Unversitas Ahmad Dahlan, Mulai dari Dosen Tetap hingga Tenaga Kependidikan

Kemudian Peraturan Presiden Nomor 14 tahun 2021 tentang perubahan atas Perpres Nomor 99 Tahun 2020 tentang Pengadaan Vaksin dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19).

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menilai, pemberian sanksi bagi yang menolak vaksin merupakan langkah yang tepat karena mengacu pada aturan yang ada.

Beda halnya bila warga menolak vaksin polio untuk anak-anaknya, karena penyakit akan dialami oleh sang anak saja.

“Misalnya ketika saya tidak diberi vaksin polio, saya sendiri yang mendapatkan akibatnya, bukan orang lain. Tapi vaksin Covid-19 ini berbeda, kalau saya menolak divaksin, tidak hanya berdampak pada diri sendiri tapi juga istri, anak, orangtua, keluarga dan masyarakat,” kata Ariza di Puskesmas Setiabudi, Jakarta Selatan pada Rabu (17/2/2021).

Ariza menilai, potensi penularan virus Covid-19 menjadi amat tinggi bila warga saling menjalin interaksi dengan yang lain.

Apalagi bila mereka mengacuhkan protokol kesehatan dan gerakan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Karena itu, diperlukan vaksin Covid-19 untuk membantu membentuk antibodi dalam melawan virus Covid-19. “Kita ini kan berinteraksi, jadi mohon diperhatikan bahwa vaksin Covid-19 bukan hanya untuk kita, tetapi untuk seluruh warga,” ujarnya.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved