Rabu, 29 April 2026

Penyintas Covid19

Kisah Seorang Penyintas Covid-19, Dihantui Ketakutan dan Berhari-hari Alami Mimpi Buruk

Covid-19 masih menghantui berbagai kalangan profesi dan masyarakat, seperti yang dialami jurnalis Warta Kota.

Tayang:
Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Valentino Verry
unsplash/Viktor Forgacs
Ilustrasi virus corona. Penyintas Covid-19 banyak yang mengalami stigma, dijauhi oleh teman kerja dan kerabat, karena takut tertular. Padahal, dengan menjalankan protokol kesehatan, hal itu bisa diatasi. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Covid-19 masih menghantui berbagai kalangan profesi dan masyarakat, seperti yang dialami Fajri (31), seorang warga asal Pulogadung, Jakarta Timur, yang terpapar pada awal 26 Desember 2020 lalu.

Fajri yang bekerja sebagai pegawai di salah satu perusahaan swasta itu, diduga tertular melalui klaster Pasar Klender.

"Jadi awalnya istri saya belanja di pasar. Di sana memang banyak yang tidak patuh protokol kesehatan. Kemudian beberapa hari setelah itu istri mengalami demam," kata Fajri saat dikonfirmasi, Rabu (17/2/2021).

Setelah itu, ia membawa istrinya ke rumah sakit untuk berobat, namun demam yang dialami tak kunjung membaik.

Bahkan Fajri pun juga turut jatuh sakit dengan gejala batuk, sesak napas dan kehilangan indera penciuman.

Baca juga: Penyintas Covid-19 dan Kanker, Ibu Menyusui, Serta Penderita Diabetes dan Hipertensi Boleh Divaksin

Baca juga: PAPDI Rekomendasikan Penyintas Covid-19 Divaksin, Harus Sembuh Minimal 3 Bulan, Ini Syarat Lainnya

Lantas, Fajri beserta istri dan satu orang anaknya yang masih berusia tiga tahun langsung mengikuti swab test di puskesmas. Hasilnya, mereka bertiga dinyatakan terpapar Covid-19.

"Di lembaran kertasnya, nilai CT saya paling rendah, sebesar 17. Artinya potensi untuk menularkan ke orang lain sangat tinggi. Akhirnya atas rekomendasi puskesmas, saya dibawa ke RSD Wisma Atlet," tuturnya.

Namun, istrinya tak bisa ikut dirujuk di RSD Wisma Atlet lantaran tak ada dokter kandungan yang disiapkan di sana.

Puskesmas memberikan dua pilihan, yakni dirawat di RSUD atau menjalani isolasi mandiri di rumah.

Saat menjalani isolasi di RSD Wisma Atlet, rasa was-was dan khawatir berkecambuk dibenak Fajri.

Ia bahkan beberapa hari mengalami mimpi buruk dihantui ketakutan.

"Saya sempat ketakutan, apalagi ada juga pasien Covid-19 yang berusia muda dan meninggal dunia. Beberapa hari saya mengalami mimpi buruk. Takutnya kalau meninggal keluarga saya enggak ada yang menyolatkan jenazah saya," ucap Fajri.

Ia langsung terbangun dari tidurnya dalam kondisi berkeringat dengan napas terengah-engah.

Fajri lansung bergegas meminum air putih. Setelah itu, ia pun melakukan ibadah sholat malam untuk menenangkan pikiran.

Terlebih lagi, ia juga mengkhawatirkan kondisi istrinya yang hamil tua. Anaknya yang masih kecil pun juga ikut terpapar.

Baca juga: Pemkot Bekasi Harapkan 5.000 Penyintas Covid-19 Bersedia Donorkan Plasma Konvalesen

Baca juga: Inul Daratista Jadi Penyintas Covid-19, Terapkan Protokol Kesehatan agar Tidak Tertular Virus Lagi

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved