Breaking News:

Virus Corona

Pemkot Bekasi Harapkan 5.000 Penyintas Covid-19 Bersedia Donorkan Plasma Konvalesen

Pemkot Bekasi bersama UTD PMI Kota Bekasi bakal meluncurkan donor plasma konvalesen (PK), Kamis (11/2/2021) ini.

Dokumentasi Humas Polda Metro Jaya
Polda Metro Jaya melaksanakan Program Kemanusiaan Setetes Darah dengan Penuh Harapan. Puluhan anggota Polri yang pernah terpapar Covid-19 dan sembuh serta sehat dengan kondisi terbaiknya dikirim untuk melakukan donor plasma konvalesen di Kantor Palang Merah Indonesia di Jakarta, Sabtu (6/2/2021). 

Laporan wartawan wartakotalive.tribunnews.com, Rangga Baskoro

WARTAKOTALIVE.COM, Bekasi Selatan -- Pemkot Bekasi bersama UTD PMI Kota Bekasi bakal meluncurkan donor plasma konvalesen (PK), Kamis (11/2/2021) ini.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi berencana untuk menghadiri langsung acara peluncuran yang dilakukan pada jam 9.

"Ya besok jam 9 acara peluncurannya, kita sudah rapatin," ungkap Rahmat saat dikonfirmasi, Rabu (10/2/2021).

Rahmat mengatakan bahwa hingga kini, tercatat sebanyak lebih dari 26.000 orang penyintas Covid-19 di wilayahnya.

Bantu Tingkatkan Kesembuhan Pasien Covid-19, Wakil Kepala Polda Metro Jaya Donor Plasma Konvalesen

Wakapolda Metro Jaya Minta Anggotanya yang Pernah Terpapar Covid-19, Donorkan Plasma Konvalesen

Ia pun mengharapkan setidaknya Kota Bekasi bisa mengumpulkan 5.000 penyintas agar bersedia melakukan donor PK.

"Kan ada 26.000-an yang terindentifikasi dan terdaftar sebagai penyintas. Kami mengimbau kepada masyarakat yang memenuhi syarat untuk bersedia mendonorkan PK. Harapkan kami ada 5.000 orang," katanya.

Namun demikian, saat ini UTD PMI Kota Bekasi hanya memiliki 1 alat donor PK. Terlebih lagi, proses pengambilan PK membutuhkan waktu selama 3 jam untuk 1 orang penyintas.

Anggota Polri Penyintas Covid-19 Donor Plasma Konvalesen untuk Menanggulangi Pandemi Virus Corona

"Tapi kan satu orang untuk lakukan itu 3 jam, kalau alatnya satu, berarti sehari hanya bisa untuk 8 orang, itu pun kalau 24 jam. Tapi kan enggak mungkin alatnya kita pakai 24 jam. Artinya kita memang kondisi (permintaan) tinggi, mesti butuh alat lagi, satu atau dua," tutur Rahmat.

Meski begitu, ia mengharapkan kepada para penyintas untuk bersedia mendonorkan PK kepada pasien Covid-19.

Halaman
1234
Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Murtopo
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved