Imlek

Mengenal Cap Go Meh yang akan Dirayakan pada 26 Februari 2021, Budaya Sampai Makanannya

Meski perayaan Cap Go Meh tak bisa sepenuhnya dirayakan akibat pandemi Covid-19 tak ada salahnya tahu tentang budaya Tionghoa ini

Kompas Images
Perayaan Cap Go Meh 2021 akan dirayakan pada 26 Februari, ditandai dengan penyalaan lampion 

Perayaan Cap Go Meh di tanah air kerap dilaksanakan di jalan raya dengan melakukan kirab.

Upacara ini dirayakan secara rutin setiap tahunnya pada tanggal 15 bulan pertama menurut sistem penanggalan kalender Imlek. 

Upacara ini dahulu dilakukan tertutup hanya untuk kalangan istana dan belum dikenal secara umum oleh masyarakat Tiongkok.

Upacara ini dilakukan pada malam hari; untuk itu perlu disiapkan penerangan dengan lampu-lampu lampion yang dipasang sejak senja hari hingga keesokan harinya.

Inilah yang kemudian menjadi lampion-lampion dan aneka lampu berwarna-warni yang menjadi pelengkap utama dalam perayaan Cap Go Meh.

Petugas Vihara Nimmala atau Kelenteng Boen San Bio sedang memasang lampion hiasan yang diberikan oleh umat, Rabu (23/1/2019).
Petugas Vihara Nimmala atau Kelenteng Boen San Bio sedang memasang lampion hiasan yang diberikan oleh umat, Rabu (23/1/2019). (Warta Kota/Nur Ichsan)

Ketika pemerintahan Dinasti Han berakhir perayaan ini menjadi lebih terbuka untuk umum. Saat Tiongkok dalam masa pemerintahan Dinasti Tang, perayaan ini juga dirayakan oleh masyarakat umum secara luas. Festival ini adalah sebuah festival dimana masyarakat diperbolehkan untuk bersenang-senang.

.Saat malam tiba, masyarakat akan turun ke jalan untuk menikmati pemandangan lampion berbagai bentuk yang telah diberi berbagai hiasan.

Di malam yang disinari bulan purnama sempurna, masyarakat akan menyaksikan tarian naga (masyarakat Indonesia mengenalnya dengan sebutan ‘Liong’) dan tarian Barongsai.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menyaksikan parade Barongsai di Food and Creative Thamrin 10, Jalan Sudirman, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat pada Minggu (26/10/2020) pagi.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menyaksikan parade Barongsai di Food and Creative Thamrin 10, Jalan Sudirman, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat pada Minggu (26/10/2020) pagi. (Dok PPID DKI Jakarta)

Mereka juga akan berkumpul untuk memainkan sebuah permainan teka-teki dan berbagai macam permainan lainnya, sambil menyantap sebuah makanan khas bernama Yuan Xiao atau Wedang Ronde.

Tentu saja, malam tidak akan menjadi meriah tanpa kehadiran kembang api dan petasan.

Yuan Xiao sendiri adalah sebuah makanan yang menjadi bagian penting dalam festival tersebut.

Yuan Xiao atau juga biasa disebut Tang Yuan adalah sebuah makanan berbentuk bola-bola yang terbuat dari tepung beras.

Bila ditilik dari namanya, Yuan Xiao mempunyai arti ‘malam di hari pertama’.

Makanan ini melambangkan bersatunya sebuah keluarga besar yang memang menjadi tema utama dari perayaan Hari Imlek.

Hidangan Cap Go Meh 

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved