Breaking News:

Berita Nasional

M Lutfi Pernah Jadi Mendag Era Presiden SBY dan Kini Menteri Era Jokowi: Dua-duanya Spesial

MLutfi mengungkapkan, dua kepala negara yang pernah dan masih jadi pemimpinnya adalah sosok spesial dengan lebih banyak catatan untuk Presiden Jokowi.

Kompas.com
Menurut M Lutfi, dua kepala negara yang pernah dan masih jadi pemimpinnya, SBY dan Jokowi, adalah sosok spesial dengan lebih banyak catatan untuk Presiden Jokowi. Foto dok: Jokowi dan SBY. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Muhammad Lutfi pernah jadi Menteri Perdagangan saat era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di 2014 dan Presiden Jokowi mulai 2020. 

Lutfi mengungkapkan, dua kepala negara yang pernah dan masih jadi pemimpinnya adalah sosok spesial dengan lebih banyak catatan untuk Presiden Jokowi

"Dua-duanya ini orang yang spesial, tapi yang sama Pak Jokowi, dia ini orang yang detail. Sangat detail masalah harga, kadang kita mesti cek apa yang kita kerjakan ini  punya orientasi benar," ujarnya dalam wawancara virtual dengan Tribun Network, Selasa (16/2/2021). 

Video: Permintaan Jambu Biji Menurun di Era Pandemi Covid-19

Menurut Lutfi, Presiden Jokowi mempunyai penguasaan, terutama angka-angka yang luar biasa, sehingga membuat dirinya harus teliti. 

"Jadi, ini yang membuat saya harus terus bisa berpijak di mana bumi dijunjung karena kalau tidak saya kalah presentasinya. Saya terus terang saja, Pak Jokowi orang tegas, saya tahun 2016 pernah menghadap beliau sebagai pengusaha," katanya. 

Waktu itu, lanjut dia, Jokowi menanyakan terkait banyaknya jumlah peraturan yang menghambat investasi di Indonesia, terutama di daerah. 

Baca juga: Mau Berburu Kuliner Enak, Yuk Simak yang Lagi Viral

Baca juga: Sosialisasi Protokol 5M, Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor Bagi Masker di Cileungsi

"Jadi, waktu beliau cerita, beliau tanya 'tahu tidak Pak Lutfi berapa peraturan yang menghambat invetasi?', terus saya menyebutkan 'tiga ribu'. Pak Jokowi bilang 'oh bukan, itu adalah peraturan daerah yang hambat investasi', lalu beliau bilang 'ini ada 700 Undang-undang yang menggangu', makanya itu keluar Omnibus Law," tutur Lutfi. 

Selain Jokowi sudah bicara tahun 2016 bagaimana banyaknya peraturan perundang-undangan yang mengganggu jalannya usaha, juga sangat detil melihat angka 

"Beliau itu masalah angka hafal, itu waktu ke waduk di Jatigede yang dari zaman Sukarno dibicarakan, beliau bisa hapal jumlah kepala keluarga di sana dan itu akan diberesin. Itu saya waktu keluar dari Istana Negara itu dalam hati saya pusing jadi menterinya ya kalau Presiden-nya mengerti semua," ujarnya.

Baca juga: Tak Mau Gimmick, Rossa dan Afgan Akan Pamer Romantisme Natural Lewat Konser Virtual

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved