Selasa, 21 April 2026

Virus Corona Jakarta

Kasus Covid-19 di Jakarta Tertinggi, Pemprov DKI Klaim Penyebarannya Semakin Terkendali

Pengetesan dan pelacakan yang kian masif, kata Ariza, tentu membuat kasus Covid-19 jadi semakin ditemukan

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Feryanto Hadi
Istimewa
Suasana TPU Bambu Apus di blok pemakaman protap Covid-19. Saat ini, petak makam untuk jenazah pasien Covid-19 nyaris penuh. 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Meski kasus Covid-19 di Jakarta paling tinggi, namun Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut, penyebarannya terkendali.

Ariza meminta khalayak melihatnya dari tingkat kesembuhan yang tinggi dan angka kematian yang rendah.

“Lihat dong angka kesembuhan tinggi di 90 persen (293.538 orang) dan angka kematian turun 1,6 persen (4.895 orang),” kata Ariza di Balai Kota DKI pada Senin (15/2/2021).

Dalam kesempatan itu, Ariza tak menampik kasus aktif di Jakarta masih tinggi, mencapai 17.120 orang hingga Minggu (14/2/2021).

Peringatan Bagi Warga Jakarta, Siapkan Rp5 Juta Jika Menolak Divaksin Covid-19

Kata dia, pada dasarnya penyebaran virus tidak mudah diredam karena selalu berkembang dengan cepat, sementara penanganan yang dilakukan pemerintah dilakukan secara bertahap.

“Penyebaran virusnya tidak mudah diredam karena mereka berkembang dan bertambah seperti deret ukur, sedangkan kemampuan kami seperti deret hitung. Jadi nggak bisa mengejarnya,” ujar Ariza.

Walau demikian, kata dia, pemerintah menggiatkan upaya 3T yaitu testing (pengetesan), tracing (pelacakan) dan treatment (pengobatan).

Nestapa Perajin dan Penjual Piala di Tengah Pandemi, Nyaris Tidak Ada Pemesan

Peningkatan 3T ini juga dianggap menjadi pemicu bahwa kasus Covid-19 cenderung terlihat tinggi.

Pengetesan dan pelacakan yang kian masif, ujar dia, tentu membuat kasus Covid-19 jadi semakin ditemukan.

Apalagi di kalangan orang tanpa gejala (OTG), karena mereka terpapar namun tidak disertai batuk, flu dan demam pada umumnya.

“Semakin banyak testing yang dilakukan, maka semakin kelihatan (penyebaran virus). Kalau kami ingin mengurangi jumlah Covid-19 di atas kertas mudah saja, tinggal nggak usah ada testing satu hari hasilnya langsung nol, padahal kan faktanya ada,” jelas dia.

Sedang Ramai Diperbincangkan di Media Sosial, Apa itu Clubhouse? Simak Penjelasan Berikut Ini

Penerbit Tiga Serangkai Dipolisikan soal Ganjar Tak Pernah Bersyukur, Pelapor Merasa Nggak Nyaman

Dalam kesempatan itu, Ariza kembali mengingatkan warganya untuk patuh terhadap protokol kesehatan dan gerakan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Sekalipun pemerintah pusat telah menggiatkan vaksinasi Covid-19, kepatuhan terhadap prokes tetap dianggap mutlak.

“Jadi, langkah 3M, 4M atau 5M itu semua sesuatu yang baik dan harus kita laksanakan. Kami di Jakarta ini ingin masyarakat sadar dan taat bukan karena ada aturan dan aparat yang banyak, tapi lebih pada kesadaran kita,” ungkapnya.

“Mari kita jadikan (prokes) seperti kebutuhan sehari-hari selayaknya kita memakai baju, bernapas, makan-minum dan tidur,” tambbahnya. 

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved