Breaking News:

Virus Corona Jakarta

Kasus Covid-19 di Jakarta Tertinggi, Pemprov DKI Klaim Penyebarannya Semakin Terkendali

Pengetesan dan pelacakan yang kian masif, kata Ariza, tentu membuat kasus Covid-19 jadi semakin ditemukan

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Feryanto Hadi
Istimewa
Suasana TPU Bambu Apus di blok pemakaman protap Covid-19. Saat ini, petak makam untuk jenazah pasien Covid-19 nyaris penuh. 

“Semakin banyak testing yang dilakukan, maka semakin kelihatan (penyebaran virus). Kalau kami ingin mengurangi jumlah Covid-19 di atas kertas mudah saja, tinggal nggak usah ada testing satu hari hasilnya langsung nol, padahal kan faktanya ada,” jelas dia.

Sedang Ramai Diperbincangkan di Media Sosial, Apa itu Clubhouse? Simak Penjelasan Berikut Ini

Penerbit Tiga Serangkai Dipolisikan soal Ganjar Tak Pernah Bersyukur, Pelapor Merasa Nggak Nyaman

Dalam kesempatan itu, Ariza kembali mengingatkan warganya untuk patuh terhadap protokol kesehatan dan gerakan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Sekalipun pemerintah pusat telah menggiatkan vaksinasi Covid-19, kepatuhan terhadap prokes tetap dianggap mutlak.

“Jadi, langkah 3M, 4M atau 5M itu semua sesuatu yang baik dan harus kita laksanakan. Kami di Jakarta ini ingin masyarakat sadar dan taat bukan karena ada aturan dan aparat yang banyak, tapi lebih pada kesadaran kita,” ungkapnya.

“Mari kita jadikan (prokes) seperti kebutuhan sehari-hari selayaknya kita memakai baju, bernapas, makan-minum dan tidur,” tambbahnya. 

Penerapan denda Rp5 juta

Dalam kesempatan itu, Ahmad Riza Patria memastikan pemerintah daerah akan menjerat sanksi denda Rp 5 juta bagi pihak yang menolak vaksinasi Covid-19.

Hal itu telah tercantum dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 tahun 2020 tentang Penanggulangan Corona Virus Disease (Covid-19).

“Kalau dari Pak Jokowi (Presiden RI) nolak (vaksin) nanti nggak dikasih bansos. Tapi kalau di Perda DKI Jakarta yang menolak diberi sanksi, termasuk denda Rp 5 juta,” kata Ariza di Balai Kota DKI pada Senin (15/2/2021).

Nestapa Perajin dan Penjual Piala di Tengah Pandemi, Nyaris Tidak Ada Pemesan

Hal itu dikatakan Ariza untuk menanggapi adanya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 14 tahun 2021 yang ditetapkan Jokowi pada Selasa (9/2/2021) lalu.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved