Breaking News:

Berita Tangerang

Sudah Dilarang Tetapi Kembali Diabaikan, Perlintasan KRL Liar di Desa Jatake Kembali Menelan Korban

Sudah Dilarang Tetapi Kembali Diabaikan, Perlintasan KRL Liar di Desa Jatake Kembali Menelan Korban 

Warta Kota/Andika Panduwinata
Malang nian nasib yang menimpa satu keluarga ini. Mereka tewas tersambar kereta di Kampung Kandang, Desa Jatake, Pagedangan, Kabupaten Tangerang. 

WARTAKOTALIVE.COM, PAGEDANGAN - Perlintasan kereta api (KA) liar di Desa Jatake, Pagedangan, Kabupaten Tangerang kerap digunakan oleh pengendara untuk melintas.

Lokasi tersebut pun sering kali menelan korban jiwa.

Termasuk satu keluarga yang terdiri dari tiga orang jiwa yang tewas tertabrak kereta api listrik (KRL) pada akhir pekan ini.

Kabar tersebut disesali Camat Pagedangan  Zainudin.

Dirinya mengaku prihatin dengan kembali terulangnya kasus kecelakaan di perlintasan KA liar Desa Jatake.

"Kami prihatin dengan meninggalnya tiga korban jiwa melayang diperlintasan kereta tanpa plang," ujar Camat pada Minggu (14/2/2021).

Baca juga: Patuhi Instruksi Kapolri, Polrestro Bekasi Kota Jadikan 187 Bhabinkamtibmas Sebagai Tracer Covid-19

Ia menjelaskan perlintasan tanpa plang merupakan jalan alternatif warga.

Namun, perlintasan KA yang tidak memiliki rambu, palang hingga sirine itu katanya sangat membahayakan keselamatan jiwa.

Beragam imbauan serta sosialisasi terkait larangan melintas di perlintasan KA liar katanya telah dilakukan.

Namun, peringatan dari aparat tetap diabaikan para pengendara bermotor. 

Baca juga: Fraksi PSI Minta Pemprov DKI Transparan soal Penghapusan Normalisasi Sungai di Draf Perubahan RPJMD

"Kami sudah melarang warga, namun tetap saja ada warga yang nekat menyeberang. Padahal perlintasan resmi yang ada plang sudah ada dan jaraknya tidak jauh," ucapnya.

"Di Musrenbang sudah kami bahas dan ajukan, agar Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang menganggarkannya," sambung Zainudin.

Baca juga: PPKM Mikro, Kapolsek Serta Danramil Ngeronda Bareng Warga Kampung Tangguh di Tangsel

Sementara itu Kasi Pemerintahan Kecamatan Nandang menambahkan, peristiwa kecelekaan yang menimpa satu keluarga itu merupakan musibah yang tidak diduga.

Dua korban merupakan warga Kabupaten Lebak bernama Samsudin (62) dan Subli (64), sedangkan yang satu lagi cucu korban bernama Muhammad Sabil Alhasbi (8).

"Pada pembahasan Musrenbang sudah diusulkan agar dibuat plang di Desa Jatake. Sehingga dari satu perlintasan menjadi dua perlintasan," ungkap Nandang. (dik)

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Dwi Rizki
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved