Breaking News:

Bayi 13 Bulan di Tangsel Menderita Hydrocephalus Orangtuanya Resah karena Tak Mampu Tebus Biaya Obat

Bayi berusia 13 tahun bernama Muhammad Fallih Akmar hanya dapat berbaring terlentang di atas tempat tidur akibat sakit yang dideritanya.

Wartakotalive.com
Bayi berusia 13 bulan bernama Muhammad Fallih Akmar asal Setu, Kota Tangsel, menderita penyakit Hydrocephalus. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGSEL --- Bayi berusia 13 tahun bernama Muhammad Fallih Akmar hanya dapat berbaring terlentang di atas tempat tidur akibat sakit yang dideritanya.

Bayi yang akrab disapa Fallih oleh ayah dan ibunya itu menderita penyakit Hydrocephalus atau pembesaran kepala akibat penumpukan cairan di rongga otak sehingga meningkatkan tekanan pada otak.

Penyakit tersebut telah diderita Fallin sejak berusia 6 bulan di dalam kandungan ibundanya bernama Yani Suriani (23).

“Dari bawaan lahir, dari hamil enam bulan (di diagnosis mengidap penyakit Hydrocephalus-red),” kata Yani kepada Wartakotalive.com saat ditemui di kediamannya di Jalan Kelapa Dua RT 005/03, Babakan, Setu, Kota Tangsel, Rabu (10/2/2021).

Namun apa daya, anak keduanya itu hanya dapat berbaring terlentang dengan mengenakan selang makanan atau nasogastric tube yang harus tiap hari agar dapat menerima asupan gizi dan susu.

Yani menceritakan, Fallih terpaksa dilahirkan saat masih dalam berusia tujuh bulan dengan operasi sesar.

Percepatan kelahiran sang anak ditengarai kondisi Fallih yang tidak normal akibat penyakit yang dideritanya.

“Itu ketahuannya pas air ketuban pecah di USG baru ketahuan, langsung di suruh (operasi-red) sesar,” katanya.

Nasib malang semakin dirasa oleh pasangan suami istri ini akibat tidak memiliki biaya cukup untuk menebus sejumlah obat yang digunakan bagi pengobatan sang buah hati.

Sebab, keluarga kecil ini harus mengeluarkan biaya sewa rumah petakan yang sekira berukuran 6 X 3 meter dan sejumlah biaya kebutuhan hidup lainnya.

“Penangana medis di (RSUP) Fatmawati seminggu sekali check up. Aku sih pakai BPJS, paking obat sama tebus ada yang Rp 350 ribu, ada yang Rp 65.000,” tutur Yani dengan wajah terlihat lesu.

Adapun saat ini sang anak hanya melakukan perawatan medis berupa check up kondisi tubuh dikarenakan tidak mampu menembus biaya obat yang dibutuhkan.

Tiga Strategi Camat Karang Tengah Ini Efektif Redam Banjir Parah yang Kerap Hantui Warga Ciledug

Trauma Bencana Dua Tahun Lalu, Warga Sukmajaya Depok Berharap Perbaikan Tebing Longsor Cepat Selesai

Penulis: Rizki Amana
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved