BPJS Kesehatan

YLKI Beri Catatan untuk BPJS Kesehatan Terkait Pelayanan Meski Sudah Surplus

Meski alami surplus, BPJS Kesehatan tetap mendapatkan beberapa catatan dari YLKI. Beberapa catatan itu di antaranya soal pelayanan.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Desy Selviany
Paparan Capaian Dana Jaminan Sosial (DJS) Kesehatan Program JKN-KIS Tahun 2020 yang diselenggarakan secara daring Senin (8/2/2021). (HUMAS BPJS KESEHATAN) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Meski alami surplus, BPJS Kesehatan tetap mendapatkan beberapa catatan dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). Beberapa catatan itu di antaranya terkait peningkatan pelayanan.

Hal itu disampaikan Ketua YLKI Tulus Abadi dalam paparan Capaian Dana Jaminan Sosial (DJS) Kesehatan Program JKN-KIS Tahun 2020 yang diselenggarakan secara daring, Senin (8/2/2021).

Tulus mengapresiasi BPJS Kesehatan yang sudah dapat kelola keuangan dengan baik sehingga dapat surplus mencapai Rp18,74 triliun.

Selain itu ia juga apresiasi dengan naiknya ketataan perserta BPJS Kesehatan dalam membayar iuran.

Ia juga mendukung adanya kenaikan iuran yang dilakukan BPJS Kesehatan sehingga berdampak pada surplusnya keuangan BPJS Kesehatan.

Namun, Tulus berharap ada beberapa peningkatan pelayanan yang dilakukan BPJS Kesehatan.

"Misalnya saja dengan tidak ada lagi berita penolakan pasien di rumah sakit karena alasan ruangan penuh," ujar Tulus.

Maka kata Tulus, BPJS Kesehatan harus menciptakan iklim yang akuntabel dengan membuka informasi terkait ketersediaan ruang rawat inap di rumah sakit.

Sehingga perserta BPJS Kesehatan dapat melihat rumah sakit mana saja yang masih tersedia ruang rawat inap.

Pihak BPJS kesehatan juga diharapkan dapat memastikan tidak ada lagi perserta yang diharuskan membayarkan obat yang disebut tidak dicover BPJS.

Selain itu diharapkan BPJS Kesehatan juga memastikan tidak ada lagi antrean panjang di fasilitas kesehatan.

Proses digitalisasi kesehatan juga harus didukung penuh dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan.

Terlebih saat ini ada kekhawatiran dari masyarakat untuk datang ke rumah sakit sejak Pandemi Covid-19 terjadi.

Maka diharapkan ada sistem aplikasi yang menyediakan layanan kesehatan terutama bagi perserta yang memiliki komorbid sehingga berbahaya berada di rumah sakit.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved