Banjir
Trending Genangan Seleher Orang Dewasa di Semarang, Kalau di Jakarta 15-20 Cm Sudah Dibilang Banjir
Yang belum surut 'banjir' opini di media sosial, membandingkan banjir di Semarang dan di Jakarta. Seperti unggahan genangan seleher orang dewasa
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Banjir di Kota Semarang, bahkan sejumlah kota di sekitar Pantura Jateng mendominasi pemberitaan nasional.
Di beberapa wilayah, hingga hari ini, banjir mulai surut.
Yang belum surut justru 'banjir' opini di media sosial, yang membandingkan banjir di Semarang dan di Jakarta.
• Stasiun Semarang Tawang Terendam Banjir, KAI Daop 4 Alihkan Rute Perjalanan Kereta ke Lintas Selatan
• Hujan Mengguyur Semalam, Berikut ini Sejumlah Titik Banjir di Kota Tangerang
Perbandingan itu tentu saja menjadi perbandingan kepemimpinan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Fakta lain terkait perbandingan itu adalah unggahan Polda Jateng yang menggambarkan polisi terendam seleher namun tetap bekerja.
Unggahan tersebut sebenarnya bagus karena bermaksud mengingatkan warga tentang kondisi Kota Semarang yang masih beropotensi banjir karena hujan masih berpotensi turun.
Video yang disampaikan anggota polisi bernama Adi dari Kantibmas Polsek Ngaliyan, yang sedang berada di RT 11 RW 2, Ngaliyan, Kota Semarang.
• BPOM Beri Izin Penyuntikan Vaksin Sinovac untuk Lansia 60 Tahun Keatas, Tapi Beda Caranya
Ia melaporkan kondisinya sedang berada di wilayah banjir setinggi dada orang dewasa.
"Kondisi air masih menggenang kisaran satu setengah meter. Ini kita ingin mendatangi rumah warga dekat rumah Pak RT. Untuk situasi saat ini masih hujan. Saya bersama Babinsa dari Kelurahan Wonosari, Ngaliyan. Terima kasih, untuk sementara kita laporkan seperti itu komandan," ujarnya.
Ada pun caption dalam video tersebut tertulis "Untuk Warga Kota Semarang dan sekitarnya agar waspada ya, beberapa titik ada genangan air. Saat ini masih terjadi hujan. Tetap utamakan keselamatan #JatengDiRumahSaja." Tulis akun @Poldajateng_
Nah, kata genangan itulah yang memunculkan masalah di mata netizen.
Lalu netizen yang diduga pendukung Anies Baswedan membandingkan dengan Jakarta.
• Lindy Food: Hadirkan 3 Varian Sambal Produk Rumahan, Awet 2 Bulan dalam Kulkas
Apakah air seleher masih disebut genangan bukan banjir?
@Dejavuu33: Seleher juga genangan ya min, coba di DKI sedengkul juga dibilang banjir Tertawa berguling di lantaiTertawa berguling di lantaiTertawa berguling di lantai
@MediaRakyat_: Pak Anies kemana saja sih, kok biarkan Semarang Banjir ?
• Sudah Berusia 78 Tahun dan Sedang Sakit, Remisi OC Kaligis Justru Ditolak, Lalu Gugat KPK dan Kalah
@yudhigtu: Kalo seleher genangan, klo semata kaki atau dengkul baru namanya banjir. Oke paham
@wekokuncara: Wah, genangan airnya lumayan dangkal dibanding kedalaman Selat Sunda.
@gloriamadona: Owh......cuma genangan
@ntijamet: Bhahahhaahhahaahhahahahahahahahahaah wey genangan air di jateng 1,5 meter hahahahahaha banjirnya kayak apa tuh
@rsmn_vr: Oh namanya genangan. Kirain kolam renang
@MfajaruS: GENANGAN = BANJIR. MAU BILANG GENANGAN MAU BILANG BANJIR. SAMA AJA
Meski demikian ada netizen yang membela bahwa apa yang ditulis Admin @Poldajateng_
Ia lalu menunjukkan pengertian genanan di KBBI yang ternyata sesuai dengan kutipan akun resmi Polda Jateng tersebut. "adminnya gak salah kok," tulis @be4anyonelse
"Harus ada re-definisi arti "banjir" dan "genangan" di KBBI, kasian guru Bahasa Indonesia, takut mereka diprotes oleh siswa dan orangtua siswa karena salah mengajarkan pengertian banjir dan genangan," tulis akun @RozakCrb.
Meski kemudian ada yang membandingkan dengan kondisi genangan di Jakarta namun masuk trending Banjir.
Banjir di Semarang
Seperti diketahui, Hujan lebat yang turun di Kota Semarang dan sekitarnya sejak Jumat, 5 Februari 2021 menyebabkan banjit.
Lalu lintas Kota Semarang pun dilaporkan lumpuh.
Beberapa wilayah mengalami banjir sangat parah, seperti di Ngaliyan, Mangkang, jalur Pantura Mangkang ke arah Jakarta, dan daerah Kaligawe menuju Demak dan Surabaya.
Air bah meluap dari Sungai Bringin menggenangi jalan raya Semarang-Kendal.
Banjir juga merendam kawasan cagar budaya Kota Lama Semarang pada Sabtu, dengan ketinggian 30 cm hingga satu meter.
• Hujan Deras Semalam, Rumah di Kebon Jeruk Terendam Banjir hingga Sepinggang
Stasiun kereta api Tawang-Poncol di Semarang dan jalur perlintasan KA, hingga bandara Ahmad Yani sempat lumpuh karena terendam banjir.
Laporan terakhir kondisi genangan air banjir Semarang di Stasiun Tawang Semarang telah mulai surut.
Namun jalur kereta di sekitaran Stasiun Tawang Semarang pada pukul 06.00 WIB masih terendam air.
Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop empat Semarang, Krisbiyantoro menjelaskan kondisi genangan air di sekitar Stasiun.
Seperti ditulis Tribun Jateng, ia mengatakan ketinggian air dari kop rel di stasiun Tawang pada pukul 06.00 yakni jalur satu ketinggian air 5 sentimeter, jalur dua 3 sentimeter, jalur tiga serta empat 4 sentimeter, jalur lima 8 sentimeter, jalur enam 10 sentimeter, jalur tujuh 12 sentimeter.
• Saling Sindir di Instagram Antara Aufar Hutapea dan Olla Ramlan Ada Apa Gerangan?
Sementara petak Tawang - Alastua (Ronggowarsito) km 0+6/7 jalur hulu arah Surabaya 16 sentimeter, km 0+6/7 jalur hilir arah Jakarta minus 7 sentimeter.
Petak jalan Tawang - Alastua (Kaligawe) km 2 + 7/0 jalur hulu ketinggian air 35 sentimeter, km 2 + 7/0 jalur hilir ketinggian air 38,5 sentimeter.
"KA yang dialihkan rutenya adalah KA KA jarak jauh yakni KA Argo Bromo Anggrek, KA Dharmawangsa dialihkan lewat jalur selatan mulai dari Stasiun Gambringan menuju Solo.
Sedangkan KA Maharani dari Surabaya mestinya tujuan Semarang, hanya berakhir di Stasiun Brumbung. Pola operasi, penumpang dioper dengan menggunakan bus," jelasnya, Minggu (7/2/2021).
ia menambahkan, KA lokal Kaligung Semarang -Tegal semua berjalan normal.
Namun untuk KA Argo Muria sore pukul 16.00 tujuan Jakarta keberangkatan dialihkan dari Stasiun Poncol.
"Hal ini untuk mengakomodir pelanggan KA dari Semarang yang akan ke Jakarta," tukasnya.
• Akibat Pandemi Virus Corona Jumlah Jemaat yang Sembayang di Vihara Kota Tangerang Dibatasi
Bagaimana Jakarta?
Hujan deras yang menguyur Jakarta minggu dini hari, membuat sejumlah jalan tergenang di Jalan Pisangan Timur, Jakarta Timur.
Ketinggian genangan yang mencapai lima puluh sentimeter, membuat kendaraan yang melintas mengalami mogok mesin.
Genangan air setinggi lima puluh sentimeter, menggenangi Jalan Buana Tirta Raya dan Gading Raya, Pisangan Timur, Pulogadung, Jakarta Timur, pada Minggu dini hari.
Genangan air ini diakibatkan oleh curah hujan yang tinggi pada Minggu dini hari.
Bukan karena hujan deras saja, banjir juga disebabkan oleh waduk bea cukai yang berada di sekitar jalan, tidak mampu menampung debit air lagi.